“Santri juga bisa jadi tentara. Saya dulu juga pernah nyantri. Yang penting disiapkan fisik, mental, akademik dan psikologi, karena menjadi tentara bukan pekerjaan ringan,” katanya.
Dalam rangkaian safari Ramadan tersebut, Pangdam juga melaksanakan sahur bersama masyarakat di masjid-masjid. Kegiatan itu diisi dengan pengajian sebelum Subuh, dilanjutkan salat Subuh berjamaah.
Menurutnya, kegiatan sahur bersama masyarakat menjadi cara mempererat hubungan antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Baca Juga:Ketua Gerindra Jabar Ingatkan Program MBG di Tasikmalaya: Kurangi Takaran Bisa DipidanaMuhammadiyah Lebaran 20 Maret, Ini Lokasi Salat Id di Kota Tasikmalaya
“Momentum Ramadan kita manfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.
Safari Ramadan di Tasikmalaya juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan anak berkebutuhan khusus serta buka puasa bersama prajurit dan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah Tasikmalaya tetap terjaga erat di tengah nuansa spiritual bulan Ramadan. (rezza rizaldi)
