TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Rencana konser musik pasca-Lebaran di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya, terus memantik perbincangan publik.
Setelah sebelumnya menuai kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, kini gelombang komentar datang dari netizen di media sosial.
Sejumlah warganet menanggapi beragam rencana konser yang semula bertajuk Melepas Penat tersebut.
Baca Juga:MTB Tebar Berkah Ramadan, Bagikan Ratusan Makanan dan Takjil di Kota TasikmalayaSafari Ramadan di Makodim Tasikmalaya: Pangdam Siliwangi Dorong Babinsa Mengaji, Waspai Judol dan Pinjol
Komentar mereka beragam, mulai dari kritik bernada satir hingga saran agar kegiatan dialihkan ke program yang dianggap lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu komentar datang dari akun Hendri Rahmat Setiawan.
Ia mempertanyakan penggunaan istilah “melepas penat” yang dinilai kurang selaras dengan identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota santri.
“Abdi orang Tasik, asa baik-baik saja tidak penat. Emang puasa bikin penat kitu? Duh kota santri dimanakeun ieu,” tulisnya.
Nada kritik serupa disampaikan akun Yadi Nuryadi. Ia menilai pemerintah dan pihak terkait seharusnya lebih memprioritaskan persoalan infrastruktur dan persoalan masyarakat ketimbang menggelar konser.
“Daripada ngayakeun nu kitu (konser), mending omeuan jalan nu barutut. Masalah banjir Pasar Cikurubuk, lapangan kerja juga masih jadi persoalan,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun Aru Comvat yang menyinggung kondisi jalan di sekitar Pasar Cikurubuk. Ia menilai pembenahan fasilitas publik seharusnya menjadi perhatian utama.
“Ijin Pak, mending dananya buat ngecor atau ngaspal jalan sekitar Pasar Cikurubuk. Belum beres semua, yang kemarin nanggung. Malu, Pasar Induk sebesar itu kok jalannya begitu,” tulisnya.
Baca Juga:Ketua Gerindra Jabar Ingatkan Program MBG di Tasikmalaya: Kurangi Takaran Bisa DipidanaMuhammadiyah Lebaran 20 Maret, Ini Lokasi Salat Id di Kota Tasikmalaya
Sebagian netizen juga menyarankan agar kegiatan yang digelar lebih bernuansa religius, mengingat Kota Tasikmalaya dikenal memiliki kultur keagamaan yang kuat.
“Diperbanyak tabligh akbar supaya para remaja dapat pencerahan rohani,” tulis akun lainnya.
Tak sedikit pula komentar bernada nostalgia yang membandingkan kondisi Tasikmalaya dulu dan sekarang. Akun A Piit misalnya menyinggung masa lalu ketika konser musik digelar di GOR Sukapura.
“Resep keneh baheula jaman di GOR Sukapura lalajo konser-konser teh, jaman Tasik masih keneh Kota Resik. Ayeuna mah… ah sudahlah,” tulisnya.
