TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tasikmalaya memastikan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penetapan itu mengikuti Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Ketua PDM Kota Tasikmalaya H Ayi Mubarok SAg menjelaskan, keputusan tersebut bukan sekadar mengikuti maklumat pusat.
Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Tasikmalaya juga melakukan penghitungan astronomi untuk memperkuat penetapan awal Syawal.
Baca Juga:630 Ribu Guru Madrasah Swasta Terhalang PPPK, PGM Desak MenPAN-RB Tak Tutup MataLatih Bisnis Sekaligus Berbagi, Bazar Tebus Murah Mahasiswa Kewirausahaan UMB
“Ijtima akhir Ramadan 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari ijtima tersebut sudah ada wilayah di bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global Kesatu (PKG-1),” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Parameter PKG-1 yang dimaksud adalah ketinggian hilal geosentris minimal 5 derajat dan elongasi geosentris minimal 8 derajat.
Berdasarkan perhitungan, kondisi tersebut terjadi di kawasan Timur Tengah hingga Afrika.
Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kota Tasikmalaya bahkan turut menelusuri titik wilayah yang memenuhi parameter tersebut.
“Dari hasil penghitungan tim kami, salah satu wilayah yang memenuhi PKG-1 berada di Tanzania, Afrika Timur,” terang Ayi.
Mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Muhammadiyah, apabila pada hari ijtima terdapat wilayah di bumi yang memenuhi parameter saat matahari terbenam, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai tanggal 1 bulan berikutnya secara global.
“Karena itu 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026,” tegasnya.
Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama
Di Kota Tasikmalaya, Muhammadiyah juga telah menyiapkan pelaksanaan salat Idul Fitri tingkat daerah yang akan dipusatkan di Lapangan Upacara Dadaha.
“Kami mengundang warga Muhammadiyah dan masyarakat umum untuk bersama-sama melaksanakan salat Id di Lapangan Dadaha. Jamaah diharapkan sudah berada di lokasi sebelum pukul 06.00 WIB agar pelaksanaan berjalan tertib,” katanya.
Terkait kemungkinan perbedaan penetapan Idul Fitri dengan pemerintah, Ayi menilai hal tersebut bukan hal baru.
Perbedaan muncul karena metode ijtihad yang digunakan masing-masing pihak tidak sama.
“Perbedaan itu wajar. Yang penting masyarakat tetap dewasa menyikapinya dan menjaga ukhuwah,” tambahnya.
