Menyapa Warga Berbasis Budaya, Budi Mahmud Dorong UMKM dan Biopori di Mega Mutiara Kota Tasikmalaya

kegiatan Budi Mahmud dorong UMKM di Kota Tasikmalaya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Budi Mahmud Saputra menyapa warga dalam kegiatan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Perumahan Mega Mutiara, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/3/2026). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Kami memastikan pembangunan, baik jalan provinsi, penerangan jalan umum, irigasi hingga pengelolaan sumber daya air, tetap berjalan tanpa meninggalkan kearifan lokal masyarakat,” katanya.

Menurutnya, budaya seharusnya menjadi perekat di tengah beragam perbedaan.

“Di tengah perbedaan pilihan atau latar belakang, budaya harus menjadi pengikat. Dengan kebersamaan, pembangunan lingkungan bisa dilakukan secara gotong royong,” jelasnya.

Kegiatan yang digelar bersama Karang Taruna Mega Mutiara itu juga dimeriahkan berbagai penampilan seni dari anak-anak dan warga setempat.

Baca Juga:Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026, Siap Lebaran Duluan630 Ribu Guru Madrasah Swasta Terhalang PPPK, PGM Desak MenPAN-RB Tak Tutup Mata

Selain menjadi ruang hiburan, kegiatan tersebut sekaligus membuka dialog antara wakil rakyat dan masyarakat.

Warga pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pembangunan lingkungan hingga penguatan ekonomi warga.

Salah seorang warga Perumahan Mega Mutiara, Asep Rahmat (42), menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Acara seperti ini bagus. Warga bisa berkumpul sekaligus berjualan. UMKM di sini jadi lebih dikenal dan pembeli juga makin ramai,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Siti Nurhayati (36), pelaku UMKM kuliner di kawasan tersebut.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat yang langsung menyapa warga membuat komunikasi terasa lebih terbuka.

“Selain bisa menyampaikan aspirasi, bazar seperti ini juga membantu promosi usaha kami,” tukasnya.

Baca Juga:Latih Bisnis Sekaligus Berbagi, Bazar Tebus Murah Mahasiswa Kewirausahaan UMB Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini Berubah

Di tengah riuh bazar dan panggung seni sederhana, kegiatan itu seolah menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari ruang rapat.

Kadang, cukup dari lapak UMKM, lubang biopori, dan obrolan santai warga yang ingin lingkungannya tumbuh bersama. (firgiawan)

0 Komentar