Menyapa Warga Berbasis Budaya, Budi Mahmud Dorong UMKM dan Biopori di Mega Mutiara Kota Tasikmalaya

kegiatan Budi Mahmud dorong UMKM di Kota Tasikmalaya
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Budi Mahmud Saputra menyapa warga dalam kegiatan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Perumahan Mega Mutiara, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/3/2026). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pendekatan budaya ternyata masih ampuh menjadi jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

Hal itu terlihat dalam kegiatan “Menyapa Warga Berbasis Budaya” yang digelar di Perumahan Mega Mutiara, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/3/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Budi Mahmud Saputra, SE hadir langsung menyapa warga, sekaligus menyerahkan santunan bagi anak yatim.

Baca Juga:Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026, Siap Lebaran Duluan630 Ribu Guru Madrasah Swasta Terhalang PPPK, PGM Desak MenPAN-RB Tak Tutup Mata

Kegiatan tersebut juga diramaikan bazar UMKM, pertunjukan seni warga, serta edukasi lingkungan.

Dalam sambutannya, Budi Mahmud menegaskan bahwa budaya tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi fondasi membangun karakter masyarakat.

“Budaya itu bukan sekadar seni atau tontonan. Ia juga tuntunan yang mempererat silaturahmi dan memperkuat karakter masyarakat. Lewat kegiatan seperti ini, aspirasi warga bisa diserap lebih cair,” terangnya.

Politisi PAN itu menjelaskan, kawasan Perumahan Mega Mutiara dihuni sekitar 1.800 pendudukndengan aktivitas ekonomi yang cukup dinamis. Di lingkungan tersebut tercatat sekitar 250 pelaku UMKM kuliner aktif.

Bahkan, geliat ekonomi warga terlihat dari perkembangan bazar yang digelar rutin. Jika sebelumnya hanya sekitar 20 lapak, kini berkembang menjadi sekitar 60 lapak UMKM.

“Antusiasme warga luar biasa. Bazar UMKM yang digelar bersama warga bukan hanya tempat jualan, tetapi juga ruang kebersamaan yang menggerakkan ekonomi lokal,” bebernya.

Tak hanya soal ekonomi, kegiatan tersebut juga diisi edukasi lingkungan melalui gerakan biopori.

Baca Juga:Latih Bisnis Sekaligus Berbagi, Bazar Tebus Murah Mahasiswa Kewirausahaan UMB Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini Berubah

Menurut Budi Mahmud, lubang biopori memiliki banyak manfaat, mulai dari menyerap air hujan, mengurangi genangan, hingga menghasilkan kompos dari sampah organik.

“Kita dorong setiap rumah minimal memiliki satu lubang biopori. Selain menahan laju air hujan, juga membantu cadangan air tanah dan pengelolaan sampah organik,” tegasnya.

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program pengelolaan lingkungan yang selama ini didorong pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Budi Mahmud juga menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mulai dari penguatan ekonomi berbasis UMKM, reformasi pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial.

Sebagai anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, ia menegaskan pihaknya terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai program pembangunan daerah.

0 Komentar