TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mayasari Bakti (UMB) menggelar bazar tebus murah di halaman kampus, Jalan Tamansari No. 210, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar jual beli, tetapi juga praktik nyata bisnis sosial yang menggabungkan keuntungan dan kepedulian.
Sebanyak 25 paket sembako disediakan dalam bazar tersebut. Isi paketnya antara lain sirup, telur, mi instan, kecap, ikan kaleng, dan minyak goreng.
Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama
Jika dihitung harga pasar, satu paket senilai Rp66.500. Namun dalam bazar ini masyarakat cukup menebusnya seharga Rp15 ribu.
Ketua Prodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB, Muhammad Luthfi Romdhoni, mengatakan seluruh hasil penjualan dari program tebus murah tersebut akan disumbangkan ke panti asuhan.
“Tebus murah dari harga aslinya Rp66.500 menjadi Rp15 ribu saja. Seluruh hasil penjualannya kami sumbangkan untuk panti asuhan,” ujarnya.
Menurut Luthfi, kegiatan ini menjadi bagian dari praktikum kewirausahaan yang dirancang untuk melatih mahasiswa memahami proses bisnis secara utuh.
Mulai dari teknik bulk buying, negosiasi dengan grosir hingga pengelolaan strategi harga yang lebih ramah bagi masyarakat.
Di sisi lain, mahasiswa juga diuji untuk menerapkan model bisnis berbasis kewirausahaan sosial. Artinya, orientasi usaha tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sesuai dengan karakter Prodi Kewirausahaan UMB, mahasiswa tidak hanya belajar soal profit, tetapi juga people. Mereka dilatih mengelola rantai pasok, efisiensi biaya, hingga strategi subsidi silang agar usaha tetap berjalan sekaligus membantu masyarakat sekitar,” jelasnya.
Baca Juga:Sembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokHET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala Daerah
Melalui bazar ini, mahasiswa juga dilatih berinteraksi langsung dengan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. Sebuah pelajaran penting yang tidak selalu bisa diperoleh di ruang kelas.
“Ini juga latihan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosial, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadhan. Hasil bazarnya kita salurkan untuk saudara-saudara di panti asuhan,” tegas Luthfi.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB, Mia Sumiarsih, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, bazar tebus murah telah menjadi agenda rutin setiap Ramadhan sekaligus sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa kewirausahaan.
