Namun menurut mereka, kedua forum tersebut jarang dilaksanakan secara disiplin.
Dampaknya, komunikasi antara pengurus cabang dan komisariat dinilai tidak berjalan optimal dan memicu berbagai miskomunikasi di tingkat kader.
“Situasi ini menunjukkan adanya indisiplin organisasi dan ketidakmampuan kepemimpinan. Jika dibiarkan, ini bisa merusak tatanan organisasi dan melemahkan tradisi kaderisasi HMI di Cabang Tasikmalaya,” beber Subkil.
Melalui pernyataan sikapnya, Aliansi Komisariat menilai kepemimpinan HMI Cabang Kota Tasikmalaya di bawah Nazmi Nurazkia gagal menjalankan roda organisasi secara konstitusional.
Baca Juga:Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026, Siap Lebaran Duluan630 Ribu Guru Madrasah Swasta Terhalang PPPK, PGM Desak MenPAN-RB Tak Tutup Mata
Mereka menuntut agar segera digelar Sidang Pleno II sebagai forum evaluasi organisasi.
Selain itu, kepengurusan cabang juga diminta menyampaikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada kader serta segera menyelenggarakan Konferensi Cabang sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat cabang.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya Nazmi Nurazkia belum memberikan tanggapan terkait aksi kedua yang dilakukan para kader tersebut.
Pada aksi sebelumnya, ia sempat menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik yang disampaikan kader.
“Kami menerima setiap kritik dan saran dari kawan-kawan kader, dari komisariat manapun. Mudah-mudahan bisa didiskusikan secara langsung,” tuturnya saat itu. (ayu sabrina barokah)
