Tambahkan detail lauk khas warteg seperti telur balado, ayam goreng, dan sayur tumis.
Gunakan pencahayaan sore menjelang maghrib yang hangat dan lembut.
Buat suasana warteg terlihat sederhana namun hidup dengan aktivitas pelanggan lain.
Pertahankan detail wajah dan gerakan tangan agar terlihat natural seperti foto dokumentasi kehidupan sehari hari.”
Prompt 3:
Baca Juga:Bingung Masak Saat Ramadan? Ini 6 Ide Menu Buka Puasa Tumis-Tumisan yang Wajib DicobaResep Onion Ring Super Renyah, Ide Camilan untuk Buka Puasa yang Simpel Tapi Bikin Nagih
“Ubah pose pengguna menjadi sedang duduk di bangku panjang warteg dengan beberapa piring makanan di atas meja.
Arahkan tubuh pengguna sedikit menghadap kamera sambil memegang sendok seolah baru akan mulai makan.
Tampilkan ekspresi bahagia setelah mendengar adzan maghrib dan waktu berbuka tiba.
Tambahkan hidangan sederhana seperti nasi putih, ayam goreng, tahu, dan sambal.
Gunakan pencahayaan lampu warteg yang hangat agar foto terasa lebih hidup.
Tambahkan latar belakang pelanggan lain yang sedang berbuka puasa agar suasana terasa ramai.
Pertahankan detail wajah pengguna agar tetap realistis dan tidak terlihat seperti gambar buatan AI.”
Prompt 4:
Baca Juga:6 Ide Menu Buka Puasa dari Cumi yang Bikin Ketagihan, Cocok Jadi Kreasi Menu RamadanIde Menu Simpel untuk Buka Puasa, Solusi Males Masak di Bulan Ramadan
“Ubah posisi pengguna menjadi sedang tertawa ringan bersama teman di meja warteg sambil memegang gelas es teh.
Arahkan tubuh sedikit condong ke arah teman agar terlihat seperti momen kebersamaan saat berbuka.
Tampilkan ekspresi wajah yang hangat dan penuh kebahagiaan.
Tambahkan beberapa piring makanan sederhana di atas meja warteg.
Gunakan pencahayaan lampu neon hangat yang sering terlihat di warteg malam hari.
Buat latar belakang terlihat hidup dengan aktivitas pelanggan yang sedang makan.
Pertahankan detail mata pengguna agar terlihat fokus dan penuh emosi.”
Prompt 5:
“Ubah pose pengguna menjadi sedang mengangkat sendok berisi makanan ke arah mulut.
Tampilkan ekspresi wajah puas setelah mencicipi hidangan buka puasa di warteg.
Arahkan pandangan mata sedikit ke arah makanan agar terlihat natural.
Tambahkan piring nasi putih dan lauk sederhana di atas meja kayu warteg.
Gunakan pencahayaan hangat khas suasana malam ramadan.
Tambahkan latar belakang warteg yang ramai dengan pelanggan lain yang sedang makan.
Pertahankan tekstur wajah pengguna agar tetap realistis dan terlihat seperti foto spontan kehidupan sehari hari.”
