SD IT Idrisiyyah Buka Beasiswa Anak Panti Kota Tasikmalaya

beasiswa anak panti di Kota Tasikmalaya
Guru dan pelajar SD IT Idrisiyyah berkumpul dengan anak-anak panti asuhan Yamu’ti. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ramadan sering kali menjadi panggung kebaikan. Namun bagi sebagian anak, terutama yang tumbuh di panti asuhan, akses pendidikan masih menjadi cerita panjang yang tak selalu mudah dituntaskan.

Di tengah realitas itu, SD IT Idrisiyyah mencoba menyalakan lilin kecil harapan.

Dalam kegiatan berbagi Ramadan di Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamuti) Tasikmalaya, Kecamatan Tamansari, pihak sekolah menyatakan kesiapan memberikan beasiswa bagi anak-anak panti yang ingin menempuh pendidikan dasar di lingkungan mereka.

Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama

Program tersebut bukan sekadar bagi-bagi bantuan musiman yang ramai saat Ramadan lalu menguap selepas Lebaran.

Ada pesan yang ingin ditanamkan: pendidikan harus tetap terbuka, bahkan bagi anak-anak yang hidupnya lebih akrab dengan kata “titipan” daripada “kemapanan”.

Kegiatan berbagi itu melibatkan empat Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di bawah naungan Yayasan Idrisiyyah, yakni SDIT Idrisiyyah Tamansari, Purbaratu, Cidahu, dan Al Fattah.

Rombongan sekolah datang tidak hanya membawa bantuan sosial, tetapi juga melibatkan siswa serta orang tua yang tergabung dalam komite sekolah.

Wakil Direktur Pendidikan Dasar Idrisiyyah, Andri Abdul Aziz, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa pendidikan bukan hanya soal ilmu di kelas, tetapi juga tentang kepedulian. Ketika kita memberi kebaikan, kebaikan itu akan terus bertumbuh,” ujarnya.

Sekitar 15 siswa dari empat SDIT ikut dalam kegiatan itu. Mereka datang bersama orang tua yang tergabung dalam komite sekolah.

Baca Juga:Sembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokHET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala Daerah

Bagi para siswa, kunjungan tersebut menjadi pengalaman langsung melihat kehidupan anak-anak seusia yang tumbuh dalam kondisi berbeda.

“Anak-anak bisa melihat langsung bahwa ada teman sebaya yang hidup dengan keterbatasan. Dari situ mereka belajar bersyukur sekaligus belajar berbagi,” kata Andri.

Pilihan berkunjung ke Yamuti juga bukan tanpa alasan. Di panti tersebut, anak-anak yang tinggal berasal dari berbagai kelompok usia—mulai dari balita hingga remaja yang sudah duduk di bangku sekolah menengah.

“Di sini anak-anak bisa melihat gambaran kehidupan yang lebih luas. Ada yang masih balita, ada yang sudah sekolah. Ini menjadi pelajaran sosial yang penting bagi mereka,” tambahnya.

0 Komentar