Kota Tasikmalaya Punya Irma Arliyanti, Ibu bagi Puluhan Anak Terlantar

kisah Irma Arliyanti mengasuh puluhan anak terlantar di Kota Tasikmalaya
Irma Arliyanti, pemilik panti asuhan Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamu’ti) bersama anak-anak asuhannya. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Malam bagi sebagian orang adalah waktu beristirahat. Namun tidak bagi Irma Arliyanti.

Ketika kebanyakan rumah sudah terlelap dalam sunyi, langkah perempuan ini justru masih terdengar di sudut-sudut sederhana Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamu’ti), Jalan Rahayu II, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Ia berkeliling memastikan bayi-bayi yang terbangun kembali tenang, menenangkan balita yang menangis, lalu mengecek kamar lain agar puluhan anak yang tinggal di sana tetap terlelap nyaman.

Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama

Rutinitas itu sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak mendirikan yayasan tersebut pada 2019 bersama sang suami.

Kini, rumah pengasuhan itu menampung sekitar 70 anak dengan latar belakang yang beragam. Dari bayi yang baru lahir hingga anak-anak usia sekolah dasar.

Di antara mereka, terdapat enam bayi berusia 0 hingga 4 bulan, satu bayi berusia tujuh bulan, satu anak berusia satu tahun, serta dua anak usia tiga hingga empat tahun.

Sisanya adalah anak-anak usia sekolah dasar yang jumlahnya sekitar 30 orang.

Bayi-bayi itulah yang sering membuat malam Irma terasa panjang. Tangisan kecil di tengah malam menjadi alarm alami yang tak pernah benar-benar ia abaikan.

“Kalau bayi menangis, harus digendong. Kadang satu sudah tidur, yang lain bangun,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Ia menggendong bayi, menepuk perlahan punggungnya, lalu berjalan pelan hingga tangis mereda.

Namun sering kali, ketika satu bayi sudah tertidur kembali, bayi lain justru terbangun.

Baca Juga:Sembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokHET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala Daerah

Begitulah irama malam di rumah sederhana itu: tangisan bayi, langkah kaki yang pelan, dan kesabaran yang nyaris tanpa jeda.

Sebelum malam semakin larut, Irma juga memastikan balita dan batita sudah lebih dulu tertidur.

Setelah semuanya tenang, barulah ia memeriksa kamar lain tempat anak-anak yang lebih besar beristirahat.

Pagi hari tak serta-merta membuat aktivitasnya berkurang. Setelah memastikan bayi dan balita dalam kondisi baik, Irma kembali mengurus kebutuhan puluhan anak lain yang bersiap menjalani hari.

Anak-anak usia sekolah dasar ia dorong untuk tetap belajar dan bersekolah dengan baik.

Baginya, pendidikan menjadi salah satu jalan agar masa depan mereka tidak ikut terlantar.

0 Komentar