TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Permintaan darah di Kota Tasikmalaya ternyata tidak ikut “berpuasa” saat Ramadan.
Justru sebaliknya, kebutuhan darah dari berbagai rumah sakit cenderung meningkat.
Situasi ini membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tasikmalaya harus bekerja ekstra menjaga ketersediaan stok agar tidak kedodoran saat pasien membutuhkan.
Ketua PMI Kota Tasikmalaya, Rahmat Kurnia, mengungkapkan bahwa selama bulan puasa pihaknya menggulirkan program donor darah bertajuk Donasik Ramadhan —singkatan dari Donor Darah Asik, Ikhtiar Kebaikan Ramadan.
Program tersebut berlangsung sejak 10 Maret hingga 19 Maret 2026.
Baca Juga:Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini BerubahGunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa Bersama
Kegiatan donor sengaja digelar pada malam hari agar masyarakat tetap bisa berpartisipasi tanpa khawatir mengganggu ibadah puasa.
“Program Donasik Ramadhan ini berjalan mulai 10 sampai 19 Maret. Pelaksanaannya malam hari, dari pukul 19.00 sampai sekitar pukul 22.00 atau sampai selesai,” ujar Rahmat saat diwawancarai, Kamis (12/3/2026).
Dalam setiap kegiatan, PMI menargetkan sekitar 35 pendonor.
Waktu malam dipilih karena dinilai lebih memungkinkan bagi warga yang telah berbuka puasa dan menjalankan salat tarawih untuk ikut mendonorkan darah.
Rahmat mengakui masih banyak anggapan bahwa kebutuhan darah selama Ramadan menurun. Padahal, realitas di lapangan justru berkata lain.
“Kalau di bulan puasa kebutuhan darah malah lebih banyak,” katanya.
Secara rata-rata, PMI Kota Tasikmalaya mendistribusikan lebih dari 1.200 labu darah setiap bulan ke berbagai rumah sakit.
Jika dihitung harian, kebutuhan darah berada di kisaran 40 labu per hari.
Baca Juga:Sembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan PokokHET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala Daerah
Namun selama Ramadan, angka tersebut kerap melampaui rata-rata. Kondisi ini membuat PMI harus memastikan stok tetap tersedia agar tidak terjadi kekosongan saat pasien membutuhkan transfusi.
Selain kebutuhan rutin rumah sakit, peningkatan permintaan darah juga berkaitan dengan kesiapsiagaan menjelang masa mudik dan Hari Raya Idulfitri.
Pada periode tersebut, potensi kecelakaan lalu lintas maupun kondisi darurat lain biasanya meningkat.
Karena itu, PMI harus menyiapkan cadangan darah jauh-jauh hari sebelum momentum Lebaran tiba.
Tanpa persiapan sejak awal, pengumpulan darah bisa menjadi lebih sulit saat masyarakat mulai memasuki masa libur panjang.
“Menjelang hari raya kita harus siaga. Bayangkan kalau saat Lebaran ada yang membutuhkan darah, tetapi stok tidak ada dan donor juga tidak tersedia. Sementara kebutuhan tetap ada,” ujarnya.
