Keberanian Promovendus menghadirkan pementasan sebesar ini juga tidak lepas dari dukungan institusi. Sebagai dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Siliwangi, ia mendapatkan dukungan fasilitas dan ruang dari kampus tempatnya mengabdi. Kolaborasi antara Universitas Pendidikan Indonesia sebagai institusi akademik tempat Budi Riswandi menempuh studi doktoral dan Universitas Siliwangi sebagai ruang praksis tempat ia bekerja menunjukkan bagaimana dunia akademik dan praktik seni dapat saling menguatkan.
Melalui “Jantur”, Budi Riswandi bukan hanya menyajikan sebuah pertunjukan teater. Ia menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium penelitian, refleksi sosial, sekaligus advokasi budaya. Dan pada malam itu, di sebuah lapangan parkir yang berubah menjadi sawah imajiner, teater kembali mengingatkan manusia pada satu hal sederhana: bahwa hubungan manusia dengan alam dan kebudayaannya tidak pernah bisa dipisahkan oleh logika pembangunan semata.(rls)
