Ingatkan Comeback Bersejarah AC Milan Zaccheroni, Allegri Buat Inter Milan Gemetar

Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri Foto: Tangkapan layar DAZN
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Harapan AC Milan untuk kembali memanaskan persaingan gelar Serie A tiba-tiba hidup kembali usai meraih tiga poin dalam Derby della Madonnina.

Kemenangan penting yang ditentukan oleh gol Pervis Estupiñán membuat jarak Rossoneri dengan pemuncak klasemen Inter Milan semakin menipis.

Kini selisihnya tinggal tujuh poin, sebuah jarak yang memang masih signifikan, tetapi cukup untuk membuka kembali harapan di sisa musim.

Baca Juga:Revolusi Lini Depan AC Milan: Kean dan Kostic Datang, Gimenez serta Fullkrug Bakal DitendangLa Gazzetta: Juventus Siap Gaji Alisson Rp102 Miliar

Kebangkitan Milan dalam beberapa pekan terakhir membuat persaingan gelar yang sebelumnya tampak hampir selesai kembali terasa terbuka.

Tim asuhan Massimiliano Allegri tampil konsisten dan mulai menekan Inter dari belakang klasemen.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi Rossoneri masih sangat besar.

Secara statistik, hampir tidak ada tim yang mampu merebut Scudetto setelah tertinggal tujuh poin ketika musim sudah memasuki fase akhir dengan sekitar sepuluh pertandingan tersisa.

Jika Milan benar-benar mampu melakukan hal tersebut, maka Allegri berpotensi menorehkan salah satu comeback paling spektakuler dalam sejarah sepak bola Italia.

Situasi ini langsung mengingatkan banyak pengamat pada salah satu kisah legendaris dalam sejarah Milan, yaitu musim 1998/1999 di bawah pelatih Alberto Zaccheroni.

Pada musim itu, Rossoneri juga sempat dianggap tidak memiliki peluang besar untuk meraih Scudetto.

Ketika kompetisi memasuki fase akhir, Milan tertinggal cukup jauh dari SS Lazio yang saat itu dilatih oleh Sven-Göran Eriksson.

Baca Juga:Allegri Minta AC Milan Datangkan Serhou Guirassy dan Vlahovic Jika Gagal Rekrut Moise KeanInter Milan vs Atalanta: Chivu Senyum Lebar, Duet Thuram dan Lautaro Siap Tampil Sejak Awal

Namun dengan tujuh pertandingan tersisa, Milan melakukan kebangkitan luar biasa. Perlahan tetapi pasti, Rossoneri terus meraih kemenangan dan memangkas selisih poin.

Momentum tersebut akhirnya membawa Milan menyalip Lazio di pekan-pekan terakhir dan memastikan gelar juara liga.

Scudetto musim 1998/1999 hingga kini masih dikenang sebagai salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah klub.

Kisah kebangkitan serupa juga pernah terjadi setahun kemudian, meski dilakukan oleh klub lain.

Pada musim berikutnya, justru Lazio yang berhasil melakukan pembalikan luar biasa dalam perebutan gelar.

Tim ibu kota itu berhasil mengejar Juventus, yang sebelumnya unggul delapan poin dengan sembilan pertandingan tersisa, sebelum akhirnya meraih Scudetto secara dramatis di pekan terakhir.

0 Komentar