“Hal itu mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting,” jelasnya.
“Saya pernah bermain di tim di mana Paolo Maldini dan Mauro Tassotti selalu memahami bahwa jika mereka membiarkan lawan mengirim umpan silang, maka saya dan Franco Baresi—yang bukan bek bertubuh besar—bisa mengalami kesulitan,” ungkapnya.
Bagi Costacurta, ketika seorang pemain mampu membaca situasi seperti itu lebih awal, maka setengah dari pekerjaan sudah selesai.
Baca Juga:Media Italia: Newcastle Serius Bawa Pio Esposito ke Premier LeagueRevolusi Lini Depan AC Milan: Kean dan Kostic Datang, Gimenez serta Fullkrug Bakal Ditendang
Di luar aspek taktik dan mentalitas, Costacurta juga memberikan pandangannya mengenai kebutuhan Milan di bursa transfer musim panas mendatang.
Ia menilai bahwa Rossoneri sebenarnya tidak memiliki terlalu banyak masalah dalam komposisi skuad mereka saat ini.
Namun ada dua sektor yang menurutnya harus segera diperbaiki, yakni lini serang dan posisi bek tengah.
“Lini serang adalah kekecewaan terbesar musim ini. Selain itu, saya tidak melihat banyak masalah lain di dalam tim,” tuturnya.
Ia juga menyinggung situasi Rafael Leão, yang menurutnya masih menjadi teka-teki dalam proyek jangka panjang Milan.
Costacurta menilai Rossoneri harus menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan potensi pemain asal Portugal tersebut.
“Milan harus menyelesaikan teka-teki Leao dan mencoba memiliki penyerang yang benar-benar menjadi titik referensi di lini depan,” katanya.
Baca Juga:La Gazzetta: Juventus Siap Gaji Alisson Rp102 MiliarAllegri Minta AC Milan Datangkan Serhou Guirassy dan Vlahovic Jika Gagal Rekrut Moise Kean
Meski demikian, ia juga menambahkan satu kebutuhan lain yang menurutnya penting bagi masa depan tim, yaitu mendatangkan seorang bek tengah dengan karakter kepemimpinan kuat—sosok yang mengingatkannya pada legenda Milan.
“Selain itu, mungkin Milan membutuhkan seorang bek tengah dengan karakter seperti Baresi,” tutup Costacurta.
Komentar tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya figur pemimpin di lini belakang, sesuatu yang dulu menjadi salah satu kekuatan terbesar Milan ketika diperkuat Franco Baresi dan generasi emas Rossoneri.
