Meski mendapat kritik dan masukan, Santo memastikan pihaknya tetap menghormati nilai-nilai yang hidup di masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Insya Allah kami menjaga amanah di Kota Tasik untuk memberikan hiburan yang positif tanpa mengganggu unsur-unsur lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, tajuk konser yang rencananya digelar usai Lebaran di Eks Terminal Cilembang sempat menuai kritik dari Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Muhammad Aminudin Bustomi.
Baca Juga:Gunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa BersamaSembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Ia menilai istilah “melepas penat” kurang tepat dengan suasana religius masyarakat yang baru saja melewati Ramadan.
Namun belakangan pamflet acara yang beredar di media sosial berubah. Tajuk yang semula “Melepas Penat Tasikmalaya” kini diganti menjadi “Tasikmalaya Bersilaturahmi”.
Dalam pamflet terbaru, acara disebut sebagai momen silaturahmi dengan lantunan sholawat dan lagu religi bersama penyanyi religi Haddad Alwi.
Konser yang digagas oleh Shaolin Music tersebut dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.
Selain menghadirkan Haddad Alwi, acara juga direncanakan menampilkan sejumlah musisi populer seperti Denny Caknan dan Guyon Waton dengan konsep perpaduan musik dangdut koplo, pop Jawa, hingga religi.
Perubahan tajuk ini dinilai sebagai upaya meredam polemik yang sempat memicu perdebatan di ruang publik Kota Tasikmalaya terkait momentum hiburan setelah Ramadan. (rezza rizaldi/red)
