Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Tagline “Melepas Penat” Dinilai Tak Salah, Walaupun Kini Berubah

polemik konser Melepas Penat di Kota Tasikmalaya
Lapangan eks Terminal Cilembang Kota Tasikmalaya yang akan digunakan konser musik sepekan setelah Lebaran. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Polemik rencana konser musik pasca-Lebaran di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya terus bergulir.

Setelah menuai kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, pihak promotor akhirnya angkat bicara.

Perwakilan promotor dari Shaolin Music, Santo, menilai tajuk acara “Melepas Penat” yang sebelumnya digunakan sebenarnya tidak bermasalah.

Baca Juga:Gunung Jati Group Banjir Doa, 500 Warga Kota Tasikmalaya Buka Puasa BersamaSembako Murah di Mapolres Kota Tasikmalaya Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Menurutnya, konsep konser dengan tajuk tersebut bukan hal baru. Kegiatan serupa bahkan sudah digelar di puluhan kota sejak beberapa tahun terakhir.

“Keritik atas dasar apa ya? Program ‘Melepas Penat’ ini sudah lebih dari 80 kota sejak 2022. Kami tur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Di wilayah Priangan juga sudah pernah, seperti Banjar, Pangandaran, dan Ciamis,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan, penggunaan tagline dalam sebuah event hiburan merupakan hal yang wajar dalam dunia promosi.

“Ya mau buat tagline apa pun menurut kami sah-sah saja. Jadi sebenarnya salahnya di mana?” katanya.

Meski demikian, Santo mengakui pihaknya memahami jika ada masukan dari MUI terkait momentum pelaksanaan yang berdekatan dengan Lebaran.

Ia menduga kritik yang muncul lebih berkaitan dengan waktu penyelenggaraan acara. Mungkin momennya karena sepekan setelah Lebaran.

Santo menegaskan tujuan kegiatan tersebut semata untuk menghadirkan hiburan positif bagi masyarakat, bukan memancing kontroversi.

Baca Juga:HET LPG di Priangan Timur Tak Naik 12 Tahun, Hiswana Migas Sindir Janji Kepala DaerahBegini Rincian Aturan THR dan Gaji ke-13 Tahun 2026 Bagi Pegawai Pemkot Tasikmalaya

“Menurut saya positif saja. Kami hanya ingin menghibur masyarakat dengan cara yang positif. Semua hari bagi kami adalah waktu yang baik untuk menghadirkan hiburan,” terangnya.

Ia juga menyinggung bahwa suasana setelah Lebaran justru identik dengan momen berkumpul bersama keluarga.

“Semua orang habis Lebaran liburan. Cari momen bersama keluarga. Tempat wisata buka, mall buka, tempat hiburan juga buka. Jadi suasana bahagia itu juga bagian dari Lebaran,” tuturnya.

Selain itu, Santo menyebut kegiatan tersebut juga melibatkan banyak pekerja di balik layar.

Menurutnya, ratusan kru yang terlibat menggantungkan penghasilan dari penyelenggaraan acara tersebut.

“Kami juga punya tim ratusan orang. Mereka bekerja untuk keluarga di rumah, untuk membawa pulang rezeki setelah Lebaran,” jelasnya.

0 Komentar