“Di dalam bangunan terdapat banyak kasur dan material plastik yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar,” katanya.
Untuk menjinakkan si jago merah, petugas menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran, dua mobil water supply, serta satu mobil ranger.
Armada tambahan juga datang dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Setelah berjibaku lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.55 WIB.
Baca Juga:Lawan KDRT, Wanita PUI Kota Tasikmalaya Perkokoh Ketahanan KeluargaTHS Terwujud di Kota Tasikmalaya: PNS Terima 50 Persen TPP, Cairnya Senin Bareng THR Guru dan PPPK
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun sebagian besar isi toko dilaporkan hangus terbakar.
Satu orang petugas sempat mengalami luka saat mendobrak pintu toko dan sudah mendapatkan penanganan medis.
Kerugian materi hingga kini masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Olah TKP telah dilakukan pihak Kepolisian guna mengetahui sumber api yang memicu kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran di tengah malam ini sempat menjadi perhatian warga. Lokasi toko berada di jalur perdagangan yang cukup ramai di Kota Tasikmalaya.
Setidaknya, kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk aktivitas kota, kelalaian kecil—terutama pada instalasi listrik atau sumber api—bisa berubah menjadi bencana dalam sekejap.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 jika menemukan kejadian darurat agar dapat segera ditangani. (rezza rizaldi)
