TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Puluhan pengurus organisasi perempuan Islam resmi dilantik di Gedung Graha Halim Sanusi, Cipedes, Kota Tasikmalaya pada Kamis (12/3/2026).
Sebanyak 35 pengurus Daerah (PD) Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) dan 25 pengurus PD Shofia Cahaya Bangsa PUI Kota Tasikmalaya diambil sumpah untuk masa bakti 2026-2031.
Dalam prosesi tersebut, Lilis Iin Wartini resmi menjabat sebagai Ketua Umum PD Wanita PUI Kota Tasikmalaya, didampingi Soraya Rusdiani, S.Pd sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
Baca Juga:THS Terwujud di Kota Tasikmalaya: PNS Terima 50 Persen TPP, Cairnya Senin Bareng THR Guru dan PPPKSafari Ramadan di Kota Tasikmalaya Ajang “Belanja Aspirasi”, Viman-Diky Sambangi Masjid dan Ponpes
Sementara itu, tampuk kepemimpinan PD Shofia Cahaya Bangsa PUI Kota Tasikmalaya kini dipercayakan kepada Latifah Nuramatillah, S.P.
Acara pelantikan ini juga dirangkaikan dengan pembekalan yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Wanita PUI Jawa Barat, Dr. Nurlatifah, M.Pd.
Ketua Umum PD Wanita PUI Kota Tasikmalaya terpilih, Lilis Iin Wartini menegaskan, Wanita PUI memiliki tanggung jawab besar di tengah kondisi sosial saat ini.
Pihaknya mengaku prihatin dengan maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di masyarakat.
”Dengan tantangan zaman yang penuh kasus KDRT dan kekerasan pada anak sekarang ini, Wanita PUI siap berjuang melalui strategi P.U.I,” ujar Lilis, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, strategi P.U.I tersebut merupakan akronim dari visi misi organisasi lima tahun ke depan, yakni:
P: Penguatan Internal, memperkuat struktur dan kapasitas kader.
U: Utamakan Ketahanan Keluarga, menjadikan rumah tangga sebagai benteng utama perlindungan anak dan perempuan.
I: Intisab Kokohkan, memperkuat landasan ideologi dan perjuangan organisasi.
Baca Juga:Toko Kasur di Padayungan Kota Tasikmalaya Kebakaran, Petugas Damkar Dobrak Pintu Besi untuk Jinakkan ApiJukir Nakal di Kota Tasikmalaya Disemprit UPTD Parkir, Setoran Tak Sesuai Target Siap-siap Diputus Kerja
Lilis menambahkan, bagi Wanita PUI, perjuangan dalam organisasi bukan sekadar aktivitas sosial biasa, melainkan jalan jihad sepanjang umur.
Melalui penguatan ketahanan keluarga, diharapkan kasus-kasus kekerasan dapat ditekan sejak dari unit terkecil masyarakat.
”Fokus kami adalah bagaimana keluarga-keluarga di Kota Tasikmalaya memiliki ketahanan yang kuat sehingga tidak ada lagi ruang bagi kekerasan,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
