Doktor Otoy

Deddy Otoy
Deddy Mulyana
0 Komentar

Beberapa senior bahkan terlewati. Dalam birokrasi, itu kadang menimbulkan bisik-bisik. Tapi sebenarnya rumusnya sederhana: kinerja. Bukan like dislike. Bukan sekadar kedekatan.

Ketika masih dipercaya memimpin Disporabudpar, DO langsung membuat sesuatu yang cukup mengejutkan. Ia menyusun kalender event kota. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung. 181 kegiatan.

Untuk satu tahun. Targetnya, 2027. Bagi sebuah kota seperti Tasikmalaya, angka itu bukan kecil. Itu semacam pernyataan bahwa pariwisata harus bergerak.

Baca Juga:Soal Kewajiban Upload Menu MBG di Media Sosial, Begini Tanggapan SPPG di DaerahBandara Wiriadinata Mati Suri, Pemkot Tasik Cari Skema Hidupkan Lagi

Biasanya kepala dinas butuh waktu lama untuk berani mengumumkan apa yang akan dikerjakannya. DO justru langsung lumpat.

Bahasa Sundanya: lompat.

Ia juga memanfaatkan media sosial dinas. Akun Disporabudpar dibuat lebih aktif. Informasi kegiatan dibuka ke publik. Promosi wisata digencarkan. Cara-cara seperti itu terlihat sederhana. Tapi sering kali justru paling efektif.

Tentu saja masyarakat punya harapan besar. Pariwisata Tasikmalaya sebenarnya punya banyak potensi. Alamnya bagus. Budayanya kuat. Generasi mudanya kreatif.

Yang sering kurang hanya satu: orkestrasi. Bagaimana semua potensi itu dirangkai menjadi gerakan bersama. Di situlah tugas seorang kepala dinas diuji.

Di luar birokrasi, DO juga aktif di olahraga. Ia menjabat Ketua Perbasi Kota Tasikmalaya. Jaringan pergaulannya luas. Mungkin itu sebabnya figur ini relatif mudah diterima berbagai kalangan.

Kini usianya 46 tahun. Masih panjang perjalanan kariernya. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Tapi untuk saat ini, warga Tasikmalaya hanya menunggu satu hal: inovasi apa lagi yang akan dilahirkan DO untuk kota ini.

Sebab jabatan kepala dinas bukan sekadar kursi. Ia adalah amanah. Dan dalam bahasa Sunda, orang sering memberi doa sederhana: Wilujeung tepang taun, Kang DO. (red)

0 Komentar