Tak Mau Sepakbola Italia Ditertawakan, Luca Toni Minta Panggil Baggio dan Maldini

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram@paolomaldini
0 Komentar

Menurut Toni, sejak saat itu Bayern membangun proyek yang sangat jelas. Setiap musim mereka hanya menambah satu atau dua pemain berkualitas untuk melengkapi kerangka tim yang sudah solid.

“Mereka hampir tidak pernah salah dalam membeli pemain,” ujar Toni.

Ia juga memuji manajemen Bayern yang dikenal sangat disiplin secara finansial.

Baca Juga:3 Senjata AC Milan Boyong Moise Kean ke San SiroFabio Caressa: Sihir Allegri Jadikan Pavlovic Bek Papan Atas

Klub tersebut hanya membelanjakan uang sesuai dengan pemasukan mereka, sehingga tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Salah satu masalah terbesar yang disoroti Toni adalah kondisi akademi sepak bola di Italia. Menurutnya, perhatian terhadap pembinaan usia muda masih sangat kurang.

Ia menilai fasilitas bagi anak-anak yang ingin bermain sepak bola masih terbatas. Selain itu, beberapa aturan dalam sistem pembinaan juga dinilai tidak mendukung perkembangan pemain muda.

Sebagai contoh, Toni menyoroti aturan yang memungkinkan pemain usia 12 hingga 18 tahun berpindah klub setiap musim.

Ia bahkan memberi contoh dari pengalaman pribadinya. Putranya, Leonardo Toni, saat ini bermain di akademi Sassuolo.

Menurut Toni, dengan aturan yang ada, ia bisa saja memindahkan anaknya ke klub lain kapan saja. Hal ini tentu merugikan klub yang telah berinvestasi dalam pembinaan pemain tersebut.

“Risikonya adalah munculnya pasar keluarga. Bisa saja ada klub yang menawarkan uang kepada orang tua agar anaknya pindah,” katanya.

Baca Juga:Scudetto dan Juara Coppa Italia Impian Terakhir Mkhitaryan di Inter MilanAnak Legenda Inter Jadi Kandidat Pengganti Hakan Calhanoglu

Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, Toni menilai sepak bola Italia harus melibatkan mantan pemain besar dalam proses pengambilan keputusan.

Ia menyebut nama dua legenda Italia, Roberto Baggio dan Paolo Maldini, sebagai figur yang seharusnya dilibatkan dalam reformasi sepak bola nasional.

Menurutnya, Baggio sebenarnya pernah menyusun program pengembangan sepak bola Italia, tetapi ide tersebut tidak pernah benar-benar dipertimbangkan.

“Di tenis Italia, sistemnya sangat terorganisasi. Dalam sepak bola, program yang dibuat Baggio bahkan tidak dipertimbangkan,” kata Toni.

Ia menegaskan bahwa reformasi tidak bisa hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan dunia sepak bola secara langsung.

“Kita tentu membutuhkan figur politik dalam organisasi, tetapi mereka harus didampingi oleh orang-orang yang benar-benar memahami sepak bola. Panggil Maldini, panggil Baggio,” pungkas Toni.

0 Komentar