RADARTASIK.ID – Mantan penyerang tim nasional Italia, Luca Toni, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi sepak bola Italia saat ini.
Ia menilai krisis yang melanda tidak hanya terjadi di level klub, tetapi juga menyangkut pembinaan pemain muda dan kualitas manajemen sepak bola secara keseluruhan.
Dalam wawancara panjang bersama harian Italia La Repubblica, Toni membahas berbagai persoalan yang menurutnya menjadi penyebab menurunnya daya saing sepak bola Italia di Eropa.
Baca Juga:3 Senjata AC Milan Boyong Moise Kean ke San SiroFabio Caressa: Sihir Allegri Jadikan Pavlovic Bek Papan Atas
Ia juga menyoroti pentingnya peran mantan pemain besar dalam membangun kembali fondasi sepak bola nasional.
Toni, yang pernah memperkuat klub-klub besar seperti Fiorentina dan Bayern Munich, serta menjadi bagian dari skuad juara dunia Italia di FIFA World Cup 2006, menilai bahwa sepak bola Italia membutuhkan perubahan struktural yang serius.
Menurut Toni, performa klub-klub Italia di kompetisi Eropa beberapa musim terakhir seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola di negeri tersebut.
Ia menilai dua kali penampilan Inter Milan di final kompetisi Eropa sempat menciptakan ilusi bahwa kondisi sepak bola Italia baik-baik saja.
Padahal secara keseluruhan, jarak dengan klub-klub raksasa Eropa masih sangat jauh.
“Kita harus jujur melihat kenyataan. Performa klub Italia di Eropa secara keseluruhan harus menjadi bahan refleksi. Serie A sedang mengalami kesulitan,” ujar Toni.
Menurutnya, kekuatan klub-klub elite Eropa kini sangat sulit dikejar. Ia juga menilai beberapa tim Italia tampil mengecewakan di kompetisi kontinental musim ini.
Baca Juga:Scudetto dan Juara Coppa Italia Impian Terakhir Mkhitaryan di Inter MilanAnak Legenda Inter Jadi Kandidat Pengganti Hakan Calhanoglu
Toni menyebut Atalanta sebagai tim yang masih memiliki sedikit alasan untuk tidak terlalu menyesal meskipun sempat kalah telak dari Bayern.
Sementara itu, ia menilai performa Napoli kurang memuaskan, meskipun sempat dilanda banyak cedera pemain.
Ia juga mengkritik Inter yang menurutnya seharusnya mampu melewati lawan seperti Bodo Glimt.
Hal serupa juga berlaku bagi Juventus yang dinilai menyia-nyiakan peluang saat menghadapi Galatasaray.
Toni kemudian membandingkan kondisi sepak bola Italia dengan pengalaman yang ia rasakan saat bermain di Bayern Munich.
Ketika ia bergabung dengan klub Jerman tersebut, Bayern memiliki banyak pemain berkualitas seperti Franck Ribery, Lukas Podolski, dan Miroslav Klose.
