Soal Kewajiban Upload Menu MBG di Media Sosial, Begini Tanggapan SPPG di Daerah

makan bergizi gratis
ilustrasi: Ai.Gemini
0 Komentar

Dengan kebijakan itu, ia menyadari bahwa SPPG harus siap menerima kritik dan keluhan masyarakat. Meski begitu, berdasar pengalamannya, keluhan lebih banyak datang dari PIC sekolah.

Dia sendiri mengaku masih menghadapi kendala dalam mengelola media sosial SPPG. Yaitu belum ada admin media sosial yang secara khusus bertugas mengelola postingan dan menjawab komentar maupun kritik warganet.

“Kendala yang di hadapi adalah SPPG sendiri tidak ada tim media sosial karena berdasarkan Juknis terbaru posisi admin media sosial tidak termasuk ke dalam daftar/struktur relawan SPPG,” katanya.

Baca Juga:Bandara Wiriadinata Mati Suri, Pemkot Tasik Cari Skema Hidupkan LagiDiajak Hidupkan Lagi Bandara Wiriadinata, Begini Respons Daerah Tetangga Kota Tasikmalaya

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini SPPG dirinya sudah mempunyai dua media sosial yakni Instagram dan juga Tiktok.

“Sesuai arahan dari pusat ada 3 platform yang di sarankan oleh pusat yaitu TikTok, Instagram dan Facebook, namun kami baru memilik 2 akun yaitu Tiktok dan Instagram,” jelasnya.

Kebijakan baru BGN ini juga mendapat respon dari para orang tua. Salah satunya Wini Kurniawati, orang tua siswa asal Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya pengumuman menu MBG berikut kandungan gizi dan harga di media sosial dapat membantu orang tua menilai sejauh mana pemenuhan gizi dari menu yang disajikan dan kelayakannya.

“Iya banyak laporan, bahkan di media sosial lah yang mengeluh orang tua mengupload sendiri tiktok, Facebook dan Whatsapp ketika ada menu MBG yang tidak layak, bahkan berjamur dan kadaluarsa,” katanya.

Orang tua siswa, lainnya, Rika, juga mendukung kebijakan baru itu. Ia sendiri selama ini belum pernah mengeluhkan menu yang diterima sang anak.

“Kalau menu alhamdulilah di sekolah anak saya aman saja setiap harinya tidak ada yang komplen,” tuturnya.

Meski begitu, lanjutnya, pernah ada kejadian menu basi. Namun saat itu anaknya sedang tidak sekolah. Informasi itu ia ketahui dari grup Whatsapp.

Baca Juga:MUI Kota Tasikmalaya Kritik Sistem Tukar Uang Lebaran, Begini KatanyaSerap Aspirasi Warga Pagerageung, Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa Cipacing

Seperti diketahui, kewajiban upload menu MBG ke media sosial ini sebelumnya disampaikan langsung Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya.

Tepatnya Ketika mengisi Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada para pengelola dapur MBG di Tangerang, Sabtu (7/3/2026) lalu.

0 Komentar