Polisi Selidiki Penganiayaan Janda yang Dianiaya Usai Ziarah Makam Anaknya di Mangkubumi Kota Tasikmalaya

polisi selidiki penganiayaan janda usai ziarah makam anak di Kota Tasikmalaya
Tim Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota saat melakukan olah TKP kasus penemuan wanita penuh luka di selokan, Rabu (11/3/2026). Istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, masih diselidiki aparat kepolisian.

Korban diketahui mengalami sejumlah luka serius di bagian wajah dan tangan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, Andi Purwanto, mengatakan pihaknya masih mendalami kronologi serta motif kejadian karena keterangan yang diperoleh sejauh ini masih terbatas.

Baca Juga:Tasik Speed Run: ketika Jalan Dokar Kota Tasikmalaya Disulap Jadi Arena Olahraga Dadakan di Malam RamadanRaffi Ahmad dan Amir Mahpud Bedah Masa Depan Anak Muda!

“Korban mengalami luka jahitan di mata dan luka jahitan di tangan. Saat ini masih kita pelajari karena berdasarkan keterangan sementara, saat korban datang ke makam anaknya yang baru 40 hari meninggal, tiba-tiba melihat seseorang yang sedang mengusap mancing. Korban sempat menanyakan hal itu,” ujarnya kepada Radar, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, hingga kini motif penganiayaan tersebut belum dapat dipastikan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi lain yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.

“Motifnya belum terungkap. Saat saya menjenguk, kondisi korban masih dalam pemulihan. Informasi yang beredar bahwa pelaku sudah tertangkap juga belum bisa dipastikan. Yang ada baru seseorang yang kita amankan dan masih berstatus terduga,” terangnya.

Polisi, kata dia, juga tengah menelusuri hubungan antara korban dan terduga pelaku. Pasalnya saat kejadian hanya ada dua orang di lokasi.

“Untuk sementara kami masih mengumpulkan saksi-saksi karena pada saat kejadian hanya korban dan terduga pelaku saja,” bebernya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Herman Saputra menambahkan, pihaknya sempat mengamankan seorang terduga dalam kasus ini.

Namun statusnya masih didalami karena alat bukti yang tersedia belum cukup.

Baca Juga:Dikritik MUI, Tajuk Konser di Eks Terminal Cilembang Mendadak Berubah Jadi “Tasikmalaya Bersilaturahmi”Wujudkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Tasikmalaya Gandeng Penyuluh Agama

“Kami sempat mengamankan seseorang, tapi sementara ini bukti belum cukup. Yang bersangkutan kami bawa ke Polres selama 24 jam sambil menggali kemungkinan-kemungkinan lain,” tuturnya.

Ia juga menyebut dugaan penggunaan senjata tajam masih dalam penyelidikan. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah aksi tersebut sudah direncanakan.

“Apakah pelaku sudah membawa golok dan direncanakan, itu belum kita gali lebih jauh. Di kampung memang banyak orang membawa golok, jadi masih kita dalami dan akan kembali ke TKP,” tambahnya.

0 Komentar