“Dalam mendukung kelancaran pengamanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menyiapkan berbagai langkah di sejumlah sektor. Di bidang perhubungan, akan dibentuk posko pemantauan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas selama masa mudik dan balik Lebaran,” katanya.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menyiapkan personel medis serta sarana dan prasarana di rumah sakit dan puskesmas, termasuk ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya akibat aktivitas pasar tumpah.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Beberapa lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Pasar Banjarsari, Pasar Imbanagara, Pasar Cikoneng, Pasar Sindangkasih, serta Pasar Cipaku atau Buniseuri,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Oleh karenanya ketika ada yang mengajak tidak jelas, belum tentu kebenarannya. Jangan sampai ikut-ikutan,” katanya.
Ia menambahkan, dampak konflik internasional juga perlu diwaspadai, terutama terkait kondisi bahan bakar minyak (BBM). Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menyampaikan pasokan BBM masih aman.
“Mari bisa irit BBM, sehingga ASN menghemat perjalan dinas dan anggaran,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan agar kegiatan takbir keliling tidak disertai penggunaan mercon atau kembang api. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan saat pelaksanaan salat Idul Fitri, misalnya dengan menggunakan alas koran atau plastik.
“Tolong nanti petugas kebersihan satu jam bersih kembali salat Idul Fitri,” katanya. (riz)
