Sementara itu di sektor kesehatan, pemerintah menyiagakan 22 puskesmas dan 15 rumah sakit rujukan, baik milik pemerintah maupun swasta.
Dukungan ini diperkuat dengan 22 unit ambulans, layanan darurat PSC 119, serta empat posko kesehatan terpadu di titik strategis seperti Simpang JB–Karangresik, Stasiun, Taman Kota, dan Terminal Indihiang.
Selain itu, unsur kebencanaan juga disiagakan. BPBD dan Damkar diminta memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan kejadian darurat selama arus mudik.
Baca Juga:300 Anak Yatim Tersenyum Usai Buka Bersama di Mapolres Tasikmalaya KotaPencurian Laptop dan HP Santri di Kota Tasikmalaya Terbongkar, Dua Pelaku Dibekuk Polisi
Viman juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah sebelum meninggalkan rumah untuk mudik.
“Pastikan instalasi listrik aman, kompor sudah dimatikan, pintu rumah terkunci, dan lingkungan dalam kondisi terkendali. Hal-hal kecil sering dianggap sepele, padahal justru menentukan keselamatan,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi seluruh unsur ini mampu menjaga arus mudik di Kota Tasikmalaya tetap aman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan rasa tenang—bukan dengan cerita macet, kecelakaan, atau pelayanan yang terlambat. (rezza rizaldi)
