Dengan garis pertahanan yang rapat, Milan bisa meminimalkan ruang bagi pemain lawan.
Namun dalam situasi tertentu, Allegri juga berani mengambil risiko dengan menaikkan garis pertahanan. Hal ini terlihat ketika Milan menghadapi Inter dalam derby terakhir.
Menurut Caressa, kondisi skuad Inter yang tidak memiliki kedalaman tim yang terlalu besar membuat Milan berani bermain dengan pusat gravitasi yang sedikit lebih tinggi.
Baca Juga:Valverde Hancurkan Manchester City, Ramalan Legenda AC Milan TerbuktiTotti Enggan Pulang ke AS Roma Jika Cuma Jadi Simbol Klub
Dalam analisisnya, Caressa juga menjelaskan bagaimana Milan berhasil menyulitkan Inter sepanjang pertandingan.
Kunci utamanya adalah mengganggu ritme permainan lawan sejak awal. Inter dikenal sebagai tim yang sangat nyaman menguasai bola dan mengatur tempo permainan dari lini tengah.
Namun jika lawan berhasil menekan dan tidak memberi mereka ruang untuk mengalirkan bola dengan mudah, Inter akan kesulitan mengembangkan permainan.
“Jika Anda tidak membiarkan Inter menguasai bola dengan mudah, mereka akan kesulitan,” jelas Caressa.
Pendekatan inilah yang membuat Milan mampu mengontrol jalannya derby dan akhirnya meraih kemenangan penting.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, kemenangan tersebut juga menjadi bukti keberhasilan Allegri dalam membangun kembali fondasi pertahanan Rossoneri.
Jika perkembangan ini terus berlanjut, lini belakang Milan berpotensi menjadi salah satu kekuatan utama tim dalam persaingan gelar musim ini.
