RADARTASIK.ID – Masa depan Hakan Calhanoglu bersama Inter Milan mulai menjadi bahan spekulasi.
Dalam beberapa pekan terakhir, rumor mengenai kemungkinan kepergian gelandang asal Turki tersebut semakin menguat menjelang akhir musim.
Meski kontraknya di Inter masih berlaku hingga Juni 2027, situasinya tidak sepenuhnya aman.
Baca Juga:Valverde Hancurkan Manchester City, Ramalan Legenda AC Milan TerbuktiTotti Enggan Pulang ke AS Roma Jika Cuma Jadi Simbol Klub
Hingga kini belum ada pembicaraan konkret antara pemain dan klub mengenai perpanjangan kontrak.
Dengan sisa masa kerja sekitar satu setengah tahun, manajemen Nerazzurri mulai mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan menjual sang pemain pada bursa transfer musim panas mendatang.
Langkah tersebut dipandang sebagai strategi untuk menghindari risiko kehilangan Calhanoglu secara gratis ketika kontraknya mendekati akhir.
Dalam dunia sepak bola modern, menjual pemain sebelum kontraknya memasuki tahun terakhir sering kali menjadi pilihan rasional bagi klub.
Keinginan Calhanoglu untuk suatu saat kembali bermain di Turki bukanlah rahasia.
Dalam berbagai kesempatan, ia pernah mengungkapkan keinginannya menutup karier di tanah kelahirannya.
Situasi ini membuat Galatasaray terus memantau perkembangan sang gelandang. Klub raksasa Turki itu bahkan sempat datang ke Milan pada musim panas lalu dengan tawaran konkret untuk memboyong Calhanoglu.
Baca Juga:Resmi! Iran Mundur dari Piala Dunia, FIFA Belum Putuskan Calon PenggantiEdon Zhegrova Masuk Daftar Jual, Juventus Bidik Bernardo Silva dan Leon Goretzka
Namun Inter menilai nilai yang diajukan terlalu rendah, sehingga proposal tersebut langsung ditolak tanpa negosiasi lebih lanjut.
Meski begitu, minat Galatasaray diyakini belum sepenuhnya padam.
Selain klub Turki tersebut, ketertarikan juga datang dari kawasan Timur Tengah.
Beberapa klub dari Saudi Pro League disebut siap menggelontorkan dana besar untuk menarik pemain-pemain top Eropa. Calhanoglu dianggap sebagai profil yang cocok bagi sejumlah tim di liga tersebut.
Dalam beberapa musim terakhir, peran Calhanoglu di Inter sangat krusial.
Ia bukan sekadar gelandang biasa, melainkan motor permainan yang mengatur tempo sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang.
Bahkan ketika ia absen karena cedera atau rotasi, dampaknya langsung terasa pada performa tim.
Inter kerap kehilangan keseimbangan dan kreativitas di lini tengah tanpa kehadiran pemain berusia 32 tahun itu.
Karena itulah, jika Calhanoglu benar-benar hengkang, Inter harus mencari pengganti yang memiliki kualitas serupa—seorang playmaker yang mampu mengontrol ritme permainan sekaligus memberikan stabilitas di sektor tengah.
