TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Halaman Mapolres Tasikmalaya Kota yang sebelumnya dipenuhi barisan pasukan saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lebaran, Kamis sore (12/3/2026), mendadak berubah suasana.
Dari yang semula penuh aba-aba komando, menjadi ruang penuh doa dan senyum anak-anak yatim.
Sekitar 300 anak yatim mengenakan pakaian putih-putih duduk rapi di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota.
Baca Juga:Pencurian Laptop dan HP Santri di Kota Tasikmalaya Terbongkar, Dua Pelaku Dibekuk PolisiPolisi Selidiki Penganiayaan Janda yang Dianiaya Usai Ziarah Makam Anaknya di Mangkubumi Kota Tasikmalaya
Mereka bercampur dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai unsur di Kota Tasikmalaya.
Sore itu mereka mengikuti Doa dan Buka Puasa Bersama Menjelang Operasi Ketupat Lebaran.
Suasana semakin hangat saat Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Muhammad Aminudin Bustomi menyampaikan tausiah yang diselingi nadoman dan doa bersama.
Sesekali tawa anak-anak pecah. Namun ketika doa dipanjatkan, halaman Mapolres yang biasanya sibuk oleh kendaraan patroli berubah khidmat—seolah menjadi ruang langit terbuka tempat harapan-harapan dipanjatkan.
Usai azan magrib berkumandang dan buka puasa dilakukan bersama, ratusan anak yatim tersebut menerima santunan.
Mereka pun pulang dengan wajah sumringah—senyum yang mungkin sederhana, tetapi cukup untuk membuat sore di Mapolres terasa lebih hangat.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto mengatakan kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi doa bersama agar pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran berjalan lancar.
Baca Juga:Tasik Speed Run: ketika Jalan Dokar Kota Tasikmalaya Disulap Jadi Arena Olahraga Dadakan di Malam RamadanRaffi Ahmad dan Amir Mahpud Bedah Masa Depan Anak Muda!
“Doa-doa ini menembus langit. Mudah-mudahan pelaksanaan operasi nanti berjalan lancar dan semua yang bertugas diberikan kekuatan serta keselamatan,” ujar Andi.
Ia juga menyampaikan candaan khas polisi kepada para keluarga anggota yang hadir. Menurutnya, selama 14 hari pelaksanaan operasi, para anggota polisi akan lebih banyak berada di lapangan.
“Ibu-ibu semua, ini saya pinjam dulu suaminya selama 14 hari. Tolong jangan dikomplain ya,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Andi menggambarkan, tugas pengamanan arus mudik dan aktivitas Lebaran sering kali membuat anggota pulang tidak menentu.
“Kalau pulangnya subuh ya memang macetnya subuh. Kalau pulangnya siang ya macetnya siang. Jadi wayahna ditahan-tahan dulu selama 14 hari,” ucapnya berseloroh.
Meski disampaikan dengan nada santai, pesan yang dibawa Kapolres jelas: menjaga keamanan Kota Tasikmalaya saat Lebaran bukan pekerjaan satu institusi saja.
