Perlu Nasihat Godfather!

perbincangan politik Agus Wahyudin di Kota Tasikmalaya
Agus Wahyudin, Mantan Ketua sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ia lalu menjelaskan panjang. Politik bagi kemajuan daerah berarti membahas kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi masalah. Lalu mencari solusi.

Politik juga soal keberanian mengambil keputusan. Soal bagaimana anggaran digunakan. Soal bagaimana pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat. Transparansi. Akuntabilitas. Dan kepercayaan publik.

Menurut Agus, kondisi daerah sekarang tidak mudah. Anggaran pemerintah banyak yang menipis. Karena itu, kata dia, kepala daerah tidak boleh kehilangan satu hal penting: optimisme. “Kalau uang banyak, pemimpin tinggal bicara teknis,” katanya. “Tapi kalau uang sedikit, pemimpin harus pandai membangun harapan.”

Baca Juga:THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Perlu Solusi Konkret Agar Tak Jadi THSKonser Pasca Lebaran, Wali Kota Tasikmalaya Buka Suara

Ia menekankan pentingnya retorika optimisme. Bukan retorika kosong. Tetapi bahasa yang mampu menenangkan publik dan menyatukan semua elemen. Tokoh masyarakat. Politisi. Aktivis. Ulama. Akademisi. Tokoh pemuda. Semua harus diajak duduk bersama.

Diskusi. Mencari jalan keluar. “Kadang dalam situasi seperti ini perlu figur semacam godfather,” katanya sambil tersenyum. Figur yang mampu menenangkan suasana.

Figur yang mampu mengondisikan tatanan pemerintahan. Bukan untuk menguasai. Tapi untuk merapikan. Malam semakin larut. Anak-anak muda di sekitar kami masih sibuk dengan laptop dan ponsel. Sebagian tertawa. Sebagian lagi serius berdiskusi.

Agus memandang mereka cukup lama.“Mereka ini masa depan kota,” katanya pelan. Lalu ia berdiri. Menghidupkan kembali motor legendarisnya. Dan pergi begitu saja ke dalam malam Tasikmalaya. Seperti biasa. Tanpa pengawalan. Tanpa protokol. Hanya seorang politisi lama yang masih setia datang ke warung kopi. Tempat di mana percakapan sederhana kadang melahirkan gagasan besar. (red)

0 Komentar