TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penemuan seorang perempuan penuh luka di selokan Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/3/2026) siang, diduga kuat merupakan korban penganiayaan.
Pamapta 1 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda J Jonansa, menjelaskan pihak kepolisian menerima laporan warga sekitar pukul 13.00 WIB mengenai seorang perempuan yang tergeletak di selokan di tengah area persawahan.
“Sekitar pukul 13.00 kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada seorang perempuan tergeletak di selokan di tengah sawah,” kata Jonansa kepada wartawan.
Baca Juga:Ibu Rumah Tangga Ditemukan Penuh Luka di Selokan Mangkubumi Kota TasikmalayaAlhamdulillah! THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Mulai Cair Senin
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Mangkubumi bersama warga langsung mendatangi lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Sukardjo Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Ia dalam keadaan pingsan dengan sejumlah luka di tubuhnya.
“Korban sempat pingsan, kemungkinan kehabisan darah. Di wajahnya terdapat lebam-lebam diduga bekas pukulan. Kemudian tangan kirinya mengalami luka yang diduga akibat senjata tajam,” jelasnya.
Polisi menduga luka tersebut terjadi saat korban berusaha menangkis serangan pelaku.
“Diduga korban sempat menangkis saat diserang menggunakan senjata tajam sehingga tangannya mengalami luka,” ujarnya.
Saat ini korban diketahui telah sadar setelah mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Sukardjo. Namun kondisinya masih belum sepenuhnya pulih.
“Alhamdulillah korban sudah sadar dan sedang ditangani tim medis, tetapi kondisinya masih dalam pemulihan,” tambahnya.
Baca Juga:Arus Mudik ke Kota Tasikmalaya Diprediksi Tak Meledak SekaliNgabuburide Rodalink Ramaikan Kota Tasikmalaya, Gowes Pakai Baju Lebaran Jadi Tren
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat berpamitan untuk pergi berziarah ke makam anaknya yang belum lama meninggal dunia. Rencananya korban hendak membersihkan makam tersebut menjelang Lebaran.
Namun di tengah perjalanan, korban diduga menjadi korban penganiayaan di area persawahan. Dari keterangan saksi di lokasi, korban diduga sempat berjalan tertatih-tatih setelah mengalami luka.
“Diduga setelah dianiaya, korban mencoba berjalan pulang. Tapi karena kehilangan banyak darah, sekitar 10 meter dari lokasi kejadian korban akhirnya terjatuh ke selokan,” terangnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan menggelar olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.
