PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Secara umum, perahu dan kendaraan darat tidak akan bersinggungan karena masing-masing punya jalur berbeda, satu di air dan satu lagi di jalan. Namun dalam kondisi tertentu, kedua alat transportasi itu bisa bersinggungan dalam kondisi tertentu.
Hal itu terjadi di Jalan kawasan Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran yang mengalami abrasi serius dan membahayakan perhau mereka. Para nelayan pun menyandarkan perahunya lebih ke tengah, hampir memakan setengah badan jalan di blok Batukaras dan membuat ruang jalan menjadi lebih sempit.
Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan itu pun menjadi tidak nyaman bahkan terganggu. Pemkab pun berencana memindahkan perahu-perahu tersebut ke tempat lain yang lebih aman.
Baca Juga:DPRD Pangandaran Sebut Program MBG Berpotensi Jadi Ladang KorupsiAdministrasi Prematur, Satu Pegawai Sampai Dua Kali Diberhentikan Sebagai ASN di Pemkot Tasikmalaya
Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengatakan, sebanyak 37 hingga 40 perahu yang akan direlokasi ke blok Sanghiyangkalang atau dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras.
“Kita akan kumpul lagi dengan pemilik perahu, yang akan direlokasi ke dekat TPI Batukaras,” katanya kepada Radar Selasa (10/3/2026).
Kata Citra, tempat relokasi perahu-perahu tersebut akan diurug terlebih dahulu oleh Pemkab Pangandaran.”Pengurugan akan dilakukan 2 atau 3 hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemindahan perahu itu ditargetkan selesai sebelum lebaran nanti, karena dikhawatirkan bisa mengganggu arus lalin wisatawan.
Kata dia, untuk luas lahan yang disediakan dirinya kurang tahu, tapi 4 perahu itu dijamin tertampung semua dan tidak ada yang tersisa.
“Selain perahu, para pedagang juga akan direlokasikan, ya tempatnya juga dekat dengan TPI Batukaras,” jelasnya.
Salah seorang pengunjung Martin (40) mengeluhkan kondisi jalan menuju pantai yang terhalang perahu.”Mobil udah gak bisa lewat, kalau motor masih bisa,” jelasnya.(Deni Nurdiansah)
