Meski begitu, jalan Veda masih panjang. Seri balapan berikutnya akan berlangsung di sirkuit dengan lintasan lurus panjang, di mana kekuatan mesin dan slipstream menjadi faktor dominan.
Karakter trek seperti ini sering memaksa pembalap Moto3 mengubah strategi balap mereka.
Bagi Veda, tantangan tersebut bisa menjadi ujian baru: apakah keunggulan teknik menikungnya tetap mampu memberi keuntungan ketika balapan bergeser ke pertarungan kecepatan di trek lurus.
Baca Juga:Tiga Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series Akhir Maret Ini, Berikut Daftar LengkapnyaSayap-Sayap Persib Bandung Jadi Kekuatan Skuad Boja Hodak Taklukkan Persik Kediri, Ini Kata Beckham Putra
Apa pun hasilnya nanti, kemunculan Veda Ega Pratama sudah memberi satu pesan penting bagi dunia balap motor.
Dominasi pembalap Eropa yang selama puluhan tahun mendikte peta persaingan kini mulai mendapatkan penantang baru dari Asia.
Jika perkembangannya terus konsisten, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan lintasan balap dunia akan menyaksikan seorang pembalap Indonesia berdiri sejajar dengan para bintang terbesar olahraga ini.
