Menurut Palladino, kekalahan seperti ini bukan hal baru bagi timnya. Ia percaya Atalanta memiliki kemampuan untuk segera bangkit.
“Tim ini selalu bereaksi setelah kekalahan. Kami akan bereaksi lagi mulai Sabtu nanti,” ujarnya.
Pada akhir pekan, Atalanta sudah ditunggu pertandingan berat melawan Inter Milan di Serie A.
Baca Juga:Dibantai Atletico 5-2, Kiper Tottenham Tinggalkan Lapangan Sambil MenangisMedia Italia: Cardinale Sudah Habiskan Duit Rp14 Triliun di AC Milan
Meski begitu, Palladino meminta para pemainnya untuk menerima hasil pahit ini dan fokus memulihkan energi.
“Saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami harus menerima hasil ini dan segera memulihkan energi. Pada babak kedua kami bermain lebih dalam karena mereka menguasai bola dengan sangat baik dan memiliki pemain sayap yang luar biasa,” jelasnya.
Ia bahkan menilai Bayern Munchen sebagai salah satu tim yang berpotensi melangkah jauh di Liga Champions musim ini.
“Tim seperti ini jelas punya peluang besar untuk melangkah hingga akhir kompetisi,” bebernya.
Palladino juga mengakui kualitas individu para pemain Bayern benar-benar membuat perbedaan besar di lapangan.
“Saya jarang melihat pemain dengan kualitas seperti itu. Mereka selalu memberikan umpan di waktu yang tepat dan dengan kecepatan yang tepat. Bahkan jika Anda bertahan lebih dalam, mereka tetap bisa melukai Anda,” ujarnya.
Situasi Atalanta juga semakin sulit karena mereka datang ke pertandingan ini dengan sejumlah pemain penting yang absen.
Baca Juga:Hina Pemain Inter, AC Milan Kena Denda Rp510 Juta, Rabiot Rp170 JutaPresiden FIFA Ngaku Penggemar Inter Milan: Saya Masih Ingat Gol Alessandro Altobelli
Palladino menyebut timnya kehilangan empat pemain utama, sehingga opsi di lini serang menjadi sangat terbatas.
Ia mengaku tetap mempertahankan pendekatan yang sama seperti saat menghadapi Udinese sebelumnya.
“Kami tidak pernah benar-benar bisa melakukan serangan balik. Mereka memiliki pressing ulang yang sangat cepat sehingga selalu bisa merebut bola kembali,” jelasnya.
Meski kalah telak, Palladino tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya yang terus berusaha hingga peluit akhir.
“Kami bisa sampai ke tahap ini karena mentalitas yang sama ketika kami mengalahkan Chelsea dan Borussia Dortmund. Pada akhirnya, bukan hanya sistem yang menentukan, tetapi kualitas para pemain di lapangan,” pungkasnya.
