Gerakan Pangan Murah di Kota Tasikmalaya Diserbu Warga, Minyakkita Ludes Kurang dari Satu Jam

gerakan pangan murah di Kota Tasikmalaya diserbu warga
Warga ramai-ramai kunjungi Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Indihiang, Selasa (10/3/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (10/3/2026), langsung diserbu warga.

Sejumlah komoditas bahkan ludes hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah kegiatan dimulai.

Fenomena ini menjadi potret sederhana: ketika harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik menjelang Lebaran, warga tak butuh undangan resmi untuk datang.

Baca Juga:Ngabuburide Rodalink Ramaikan Kota Tasikmalaya, Gowes Pakai Baju Lebaran Jadi TrenPerlu Nasihat Godfather!

Cukup kabar ada pangan murah, halaman kantor kecamatan pun berubah seperti pasar dadakan yang riuh sejak pagi.

Sejak sebelum kegiatan dimulai pukul 07.30, warga sudah memadati lokasi. Mereka berburu berbagai kebutuhan dapur yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasar.

Camat Indihiang Hendro Haryoko mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

“Ini gerakan pangan murah di bulan Ramadan menjelang hari raya. Tujuannya supaya masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Hendro di sela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan satu-satunya program pengendalian harga pangan di wilayahnya.

Pada 16 Maret mendatang, pihak kecamatan juga akan menggelar agenda lanjutan bertajuk Pasar Murah Rakyat.

“Gerakan pangan murah ini kan rangkaiannya beberapa kegiatan. Nanti tanggal 16 kita ada lagi Pasar Murah Rakyat,” katanya.

Baca Juga:THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Perlu Solusi Konkret Agar Tak Jadi THSKonser Pasca Lebaran, Wali Kota Tasikmalaya Buka Suara

Selain itu, Kecamatan Indihiang juga memiliki program rutin pengendalian harga pangan setiap pekan yang diberi nama Wangsit (Warung Pengendalian Stabilisasi Harga).

“Kita setiap hari Selasa ada Wangsit, Warung Pengendalian Stabilisasi Harga,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai pihak dilibatkan mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, hingga Perum Bulog. Kehadiran berbagai unsur itu membuat komoditas yang dijual cukup beragam.

“Kita undang juga UMKM supaya kegiatan seperti ini lebih hidup. Di sini ada KWT, UMKM, juga Bulog,” ujar Hendro.

Beragam bahan pokok disediakan, mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepung terigu hingga daging ayam. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar sehingga menarik minat masyarakat.

Salah satu komoditas yang paling diburu adalah minyak goreng kemasan sederhana Minyakkita.

0 Komentar