Penerbangan pun resmi berhenti pada 19 November 2023. Penyebab utamanya karena minimnya jumlah penumpang, khususnya dari Jakarta menuju Tasikmalaya.
“Sulit untuk diceritakan, dan diceritakan pun tidak akan merubah apa yang sudah terjadi. Saya jadikan pembelajaran saja, insyaallah semua ada hikmahnya, dan saya tetap akan berbuat baik di Kota Tasikmalaya sesuai kapasitas dan kemampuan saya,” ungkap Direktur CV AMS Nanang Diansah kala itu.
Kini, setelah tiga tahun mati suri, asa menghidupkan kembali Bandara Wiriadinata muncul lagi. Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan berupaya melobi maskapai Citilink agar kembali membuka rute penerbangan dari dan ke Tasikmalaya.
Baca Juga:MUI Kota Tasikmalaya Kritik Sistem Tukar Uang Lebaran, Begini KatanyaSerap Aspirasi Warga Pagerageung, Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa Cipacing
Namun berbeda dari sebelumnya, skema bisnis yang direncanakan tidak lagi menggunakan charter. Dalam pembahasan awal dengan maskapai, pemerintah daerah diminta menyiapkan dana deposit ratusan juta rupiah sebagai jaminan operasional penerbangan.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengakui pembahasan dengan pihak maskapai memang memunculkan sejumlah syarat bisnis. Termasuk adanya batas minimal pendapatan operasional agar rute penerbangan dapat terus berjalan.
Menurutnya, maskapai sebagai pelaku usaha tentu membutuhkan kepastian bisnis sebelum membuka rute baru.
“Memang ada minimal untuk operasionalnya. Itu kan sisi bisnis dari maskapai,” ujar Viman pada Senin (9/3/2026).
Syarat tersebut belum disetujui oleh pemerintah kota. Saat ini Pemkot Tasikmalaya masih menyiapkan kajian feasibility study untuk mengukur potensi pasar penerbangan dari dan ke Kota Tasikmalaya.
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan apakah permintaan masyarakat terhadap transportasi udara masih cukup tinggi atau tidak.
“Maka kita harus melihat dulu melalui feasibility study apakah nilai tersebut bisa terpenuhi oleh antusiasme dan potensi ekonomi di Kota Tasik, termasuk mobilitas masyarakatnya,” kata dia.
Baca Juga:Gelar Rapat Konsolidasi, PDIP Kota Tasikmalaya Minta Kader Makin SolidDiduga Putus Cinta, Pria di Kota Tasikmalaya Nekat Minum Racun Tikus Campur Kopi
Dalam pembahasan awal, Pemkot Tasikmalaya juga membuka kemungkinan melibatkan daerah lain di wilayah Priangan Timur untuk berbagi beban pembiayaan.
“Nanti apakah ada subsidi dari pemerintah, itu bukan hanya Kota Tasik saja. Arahnya juga ingin melibatkan daerah di Priangan Timur,” ujarnya.
Karena itu, Viman menekankan kajian kelayakan harus dilakukan secara serius agar rencana membuka rute penerbangan tidak sekadar menjadi wacana yang kembali “parkir di landasan”.
