TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah dan aparat keamanan mulai memanaskan mesin koordinasi menghadapi arus mudik dan balik Lebaran.
Rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya dilakukan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (11/3/2026), melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya maupun Kabupaten Tasikmalaya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, rapat lintas sektor tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama momentum mudik Ramadan 1447 Hijriah.
Baca Juga:Ngabuburide Rodalink Ramaikan Kota Tasikmalaya, Gowes Pakai Baju Lebaran Jadi TrenPerlu Nasihat Godfather!
“Pada dasarnya kita ingin menjaga kenyamanan masyarakat, baik yang datang ke Kota Tasikmalaya maupun yang hanya melintas saat arus mudik dan arus balik,” ujarnya kepada Radar.
Menurutnya, sejumlah titik strategis menjadi perhatian utama, terutama akses masuk dari arah barat dan timur.
Pos-pos pengamanan disiapkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas yang setiap tahun dipadati kendaraan pemudik.
Selain soal lalu lintas, Pemkot Tasikmalaya juga menaruh perhatian pada stabilitas harga dan distribusi bahan pokok.
Viman menegaskan pengendalian inflasi menjadi isu yang tak kalah penting selama masa Lebaran.
“Ketersediaan bahan pokok, keterjangkauan harga, dan distribusinya harus dijaga. Ini bagian dari kenyamanan masyarakat juga,” katanya.
Ia menambahkan, pusat keramaian di Kota Tasikmalaya seperti kawasan HZ Mustofa juga akan menjadi fokus pengamanan.
Baca Juga:THR Pegawai Pemkot Tasikmalaya Perlu Solusi Konkret Agar Tak Jadi THSKonser Pasca Lebaran, Wali Kota Tasikmalaya Buka Suara
Penataan pedagang kaki lima dan arus pengunjung menjadi perhatian agar aktivitas ekonomi tetap hidup tanpa mengorbankan kenyamanan publik.
Selain itu, titik naik turun penumpang seperti terminal dan stasiun juga dipastikan dalam kondisi aman.
Sebab Kota Tasikmalaya menjadi episentrum mobilitas bagi wilayah Tasik Raya.
Berdasarkan data tahun sebelumnya, sekitar 83 ribu kendaraan tercatat masuk dari arah Malangbong Kabupaten Tasikmalaya ke Kota Tasikmalaya saat periode mudik.
Puncak arus diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-2 Lebaran serta H+4 sampai H+7.
Namun tahun ini pola pergerakan diprediksi lebih menyebar karena adanya kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere.
Artinya, lonjakan kendaraan tidak menumpuk di satu hari saja, melainkan berlangsung lebih panjang.
“Jadi puncaknya tidak akan terjadi di satu titik waktu, tapi seperti maraton dalam beberapa hari,” ucap Viman.
