BANJAR, RADARTASIK.ID – Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar di pertengahan Ramadan menipis. Permintaan lebih banyak ketimbang persediaan
Hal tersebut yang membuat di UDD PMI Kota Banjar mengalami kesulitan dalam mencukupi stok (persediaan) darah.
“Stok darah di UDD PMI Kota Banjar menipis, bisa dihitung jari jumlahnya,” ucap humas PMI Kota Banjar Alfan Nurrohman, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga:Diajak Hidupkan Lagi Bandara Wiriadinata, Begini Respons Daerah Tetangga Kota TasikmalayaMUI Kota Tasikmalaya Kritik Sistem Tukar Uang Lebaran, Begini Katanya
Dia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, stok darah di UDD PMI Kota Banjar golongan darah A+ sisa satu labu, B+ sebanyak 24 labu, O+ ada 5 labu dan AB+ hanya ada 3 labu.
Biasanya stok darah di UDD PMI Kota Banjar setiap bulannya mencukupi. Namun saat memasuki Ramadan persediaan menurun.
Banyak faktor menurunnya persediaan darah, salah satunya pendonor sukarela yang biasanya rutin mendonor menurun akibat bulan Ramadan.
“Alasannya karena sedang puasa jadi lemes, tapi kita sarankan setelah berbuka bisa donor untuk memenuhi kebutuhan darah di UDD PMI,” jelasnya.
Selain itu, dampak lainnya yakni tidak adanya dropping atau pengiriman dari UDD PMI daerah lain karena keadaan mereka pun sama (menipis).
Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan stok darah di UDD PMI, pihaknya melakukan donor darah di setiap momen kegiatan yang terdapat banyak kerumunan orang.
Seperti kegiatan ngabuburit donor Ramadan di beberapa titik. Hal ini merupakan peluang untuk menambah persediaan darah di UDD PMI.
Baca Juga:Serap Aspirasi Warga Pagerageung, Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa CipacingGelar Rapat Konsolidasi, PDIP Kota Tasikmalaya Minta Kader Makin Solid
“Kita tidak memaksa, cuma mengingatkan donor darah itu sangat berarti bagi orang yang membutuhkan dan bagi pendonor pasti sehat,” ujarnya.
Diakuinya, setiap bulan UDD PMI Kota memenuhi target sebanyak 1.200 labu darah dan pada Februari sebanyak 1.400 labu. Untuk bulan ini baru 46 labu. (Anto Sugiarto)
