Pemkot juga membuka opsi kerja sama antar daerah apabila pasokan dari dalam wilayah tidak mencukupi.
Selain itu, Viman mengingatkan para pemangku kepentingan untuk mewaspadai potensi penimbunan bahan pokok oleh oknum tertentu.
Beberapa komoditas seperti gula pasir dan terigu disebut mulai menunjukkan kenaikan harga.
Baca Juga:Ironi Guru RA Kota Tasikmalaya: Mengajar Generasi Emas, Gaji Masih Tipis Rp 200 Ribu Per BulanUMB Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Antikorupsi
“Kalau ada yang menahan barang, tentu harus disosialisasikan juga bahwa itu tidak boleh. Kita ingin pasokan tetap lancar,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot juga meminta petani dan peternak di Kota Tasikmalaya memprioritaskan distribusi hasil produksinya untuk kebutuhan masyarakat lokal sebelum dipasarkan ke luar daerah.
Langkah itu diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri, agar inflasi tidak kembali menjadi “tamu tahunan” yang selalu datang saat masyarakat sedang sibuk menyiapkan hari raya. (rezza rizaldi)
