NIF Ciamis Jadi Laboratorium Lapangan Mahasiswa Unsoed

Nunia Integrated Farming Ciamis jadi laboratorium mahasiswa Unsoed
Kolaborasi NIF dengan Unsoed Purwokerto, Senin (9/3/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kolaborasi antara dunia akademik dan praktik lapangan kembali diperkuat.

Nunia Integrated Farming (NIF) di Kabupaten Ciamis menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Senin (9/3/2026).

Kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa belajar langsung di lapangan.

Baca Juga:RS Jasa Kartini Tasikmalaya Kembangkan Layanan Digitalisasi Sekda Umumkan Agenda Libur Panjang Lebaran ASN Kota Tasikmalaya, Tapi Ingatkan hal ini 

Rombongan Fakultas Pertanian Unsoed yang hadir antara lain Dekan Fakultas Pertanian Sakhidin, Wakil Dekan Bidang Akademik Susanto Budi Sulistyo, Ketua Komisi MBKM Dyah Susanti, serta tim kerja sama fakultas.

Sebanyak tujuh mahasiswa dari tiga program studi—Agroteknologi, Agribisnis, dan Teknologi Pertanian—akan menjalani program magang di kawasan pertanian terpadu tersebut selama tiga bulan ke depan.

Penanggung jawab NIF Dasma menjelaskan, kerja sama ini membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dengan praktik pertanian dan peternakan modern yang dikembangkan di kawasan tersebut.

Menurutnya, konsep NIF cukup lengkap karena memadukan berbagai aktivitas mulai dari budidaya tanaman pakan ternak, peternakan ayam sistem close house, hingga pengembangan wisata edukasi alam.

“Di sini ada banyak tanaman untuk mendukung pakan ternak seperti jagung, talas, singkong hingga rumput odot. Mahasiswa bisa langsung belajar bagaimana mengelola tanah, melihat PH tanah, curah hujan, suhu sampai kelembaban,” ujar Dasma saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan, mahasiswa dari program studi Agroteknologi akan banyak berperan dalam analisis lahan dan budidaya tanaman, sementara mahasiswa Agribisnis ditantang mengembangkan sisi hilir atau pemasaran komoditas.

Sebagai contoh, mahasiswa diminta mengolah potensi produk telur yang dihasilkan di NIF.

Baca Juga:Diky Candra Ingatkan Musrenbang Kota Tasikmalaya Jangan Sekadar FormalitasDi Kota Tasikmalaya THR Bisa Jadi Tunjangan Hari Syawal (THS)!

Dari sekitar 250 butir telur, mahasiswa diminta merancang strategi bisnis mulai dari pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.

“Mahasiswa kami tantang untuk mengembangkan produk. Mau dibuat telur asin, bagaimana strategi jualnya, kemasannya seperti apa, sampai pasarnya ke mana. Jadi ilmu agribisnisnya benar-benar diterapkan,” katanya.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon oleh rombongan Unsoed bersama mahasiswa sebagai simbol kolaborasi jangka panjang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Prof. Sakhidin mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari indikator kinerja perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan aktivitas mahasiswa di luar kampus.

0 Komentar