“Di sini sudah tidak bisa. Dari tahun kemarin juga tidak ada penukaran uang baru. Harus ke bank, dan sekarang katanya lewat aplikasi BI,” ujarnya kepada Radar Tasikmalaya.
Ia mengaku banyak tawaran jasa penukaran uang baru beredar di media sosial dengan biaya tambahan yang cukup besar.
“Di Facebook ramai. Tukar Rp1 juta biasanya ada biaya admin sekitar Rp150 ribu. Kalau Rp500 ribu bisa kena tambahan Rp100 ribu sampai Rp125 ribu,” katanya.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Waspadai Inflasi Jelang Lebaran Idul FitriIroni Guru RA Kota Tasikmalaya: Mengajar Generasi Emas, Gaji Masih Tipis Rp 200 Ribu Per Bulan
Fenomena ini menghadirkan ironi tersendiri di Kota Tasikmalaya. Ketika layanan penukaran uang didorong semakin digital dan modern, sebagian warga justru harus berhadapan dengan realitas baru: berburu slot aplikasi yang tak selalu ramah bagi semua orang.
Dan ketika slot digital sulit didapat, ruang kosong itu pelan-pelan diisi oleh “lapak” penukaran uang di media sosial—dengan tarif yang kadang lebih cepat naik dibanding nilai pecahan uangnya sendiri. (rezza rizaldi)
