TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Polemik rencana konser “Melepas Penat Tasikmalaya” yang dijadwalkan berlangsung di Eks Terminal Cilembang sepekan setelah Lebaran ternyata masih menggantung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya belum memastikan sikap final dan menunggu proses perizinan resmi selesai.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan keputusan terkait penyelenggaraan konser tersebut akan bergantung pada hasil proses administrasi dan perizinan yang sedang berjalan.
Baca Juga:Marak Calo Uang Baru di Medsos, Polisi Ingatkan Warga Kota Tasikmalaya Tetap Waspada Pemkot Tasikmalaya Waspadai Inflasi Jelang Lebaran Idul Fitri
“Perizinan kan ada secara formal dan administrasi yang harus berjalan,” ujar Viman kepada Radar, Selasa (10/3/2026).
“Kalau memang nanti izinnya keluar, ya kenapa tidak. Nanti kita juga akan berdiskusi lagi dengan masyarakat, melihat ekspektasinya seperti apa,” sambungnya.
Ia menegaskan bahwa kewenangan penerbitan izin berada pada lembaga yang berwenang, bukan semata keputusan kepala daerah.
“Kalau izin keluar atau tidak, tentu ada kewenangan dari pihak yang memang mengeluarkan izin tersebut,” katanya.
Pernyataan itu muncul di tengah kritik keras dari tokoh masyarakat, termasuk Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Muhammad Aminudin Bustomi yang menilai konser tersebut tidak sensitif terhadap momentum pasca-Ramadan.
Menurut Aminudin, tajuk konser “melepas penat” justru memantik pertanyaan dan dinilai provokatif bagi masyarakat Kota Tasikmalaya yang dikenal religius.
Ia menyindir, setelah satu bulan menjalani ibadah Ramadan yang penuh dengan takbir, tahmid, dan tahlil, masyarakat justru disuguhi agenda hiburan yang dianggap tidak tepat waktunya.
Baca Juga:Ironi Guru RA Kota Tasikmalaya: Mengajar Generasi Emas, Gaji Masih Tipis Rp 200 Ribu Per BulanUMB Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Antikorupsi
“Ramadan itu ditutup dengan takbir, bukan dengan hal-hal seperti itu. Istilahnya saja sudah provokatif,” ujar sebelumnya.
Konser bertajuk “Melepas Penat Tasikmalaya” rencananya digelar pada 28 Maret 2026 di Eks Terminal Cilembang.
Sejumlah musisi dijadwalkan tampil, di antaranya Denny Caknan, Guyon Waton, hingga penyanyi religi Haddad Alwi.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Shaolin Music, event organizer asal Cilacap. Konsepnya menggabungkan musik dangdut koplo, pop Jawa, hingga musik religi.
Namun waktu pelaksanaan yang hanya berselang sekitar sepekan setelah Lebaran membuat agenda ini menuai perdebatan di ruang publik Kota Tasikmalaya.
Sebagian menilai hiburan adalah ruang rekreasi warga, sementara lainnya menilai momentum pasca-Ramadan seharusnya lebih diisi penguatan nilai spiritual.
