RADARTASIK.ID— Usai Persik Kediri dihancurkan Persib Bandung 3-0 di GBLA, berikut ini komentar Marcos Reina, pelatih Persik Kediri.
Malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (9/3) berakhir pahit bagi Persik Kediri.
Tiga gol tanpa balas yang bersarang di gawang mereka dari PERSIB Bandung menjadi hasil yang sulit diterima, terutama bagi sang pelatih, Marcos Reina.
Baca Juga:Persib Punya Modal Sebelum Lawan Borneo FC, Beckham Putra Ungkap Cara Menaklukkan Persik KediriTips Jitu, Simpel Cara Persib Taklukkan Persik Kediri 3-0 Diungkap Bojan Hodak Usai Laga
Pelatih asal Spanyol itu tidak menutupi rasa kecewanya atas kekalahan tersebut.
Namun, ia berusaha tidak membiarkan timnya terlalu lama tenggelam dalam hasil buruk itu.
Menurutnya, perjalanan kompetisi Super League Indonesia musim ini masih menyisakan cukup banyak pertandingan yang bisa dimanfaatkan Persik untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Reina menilai laga di Bandung harus dijadikan pelajaran berharga.
Dalam pandangannya, tim harus mampu mengambil hikmah dari kesalahan yang terjadi dan memastikan hal serupa tidak terulang pada pertandingan-pertandingan berikutnya yang dinilainya sangat penting.
“Kita harus belajar dari pertandingan ini. Kita memiliki pertandingan penting di depan. Kita harus memastikan ini tidak terjadi lagi di pertandingan berikutnya,” ujar Marcos Reina.
Ia secara khusus menyoroti dua situasi penalti yang berujung gol bagi Persib Bandung.
Eksekusi dari Thom Haye pada menit ke-24 serta gol dari Andrew Jung pada menit ke-40 disebutnya sebagai momen yang sangat memukul mental tim.
Situasi itu, menurutnya, menjadi titik yang mengubah arah pertandingan.
Baca Juga:Kapten Persib Marc Klok Sering Diskusi dengan Pelatih dari Inggris Soal Fondasi Tim dan KedisiplinanBobotoh Senang, Persib Lebaran di Puncak, Semakin Kokoh Usai Bungkus Persik Kediri 3-0
Kondisi semakin berat ketika Jung kembali mencetak gol pada menit ke-53.
Gol ketiga tersebut membuat Persik semakin kesulitan untuk mengejar ketertinggalan hingga akhir laga.
Reina menilai kesalahan yang berujung pada dua penalti itu menjadi faktor utama yang meruntuhkan upaya timnya.
Dalam pandangannya, kesalahan-kesalahan semacam itu tidak boleh kembali terjadi apabila Persik ingin bangkit di laga berikutnya.
Meski demikian, pelatih berusia 41 tahun tersebut tetap melihat sisi positif dari permainan anak asuhnya.
Ia merasa para pemain Persik sebenarnya mampu menunjukkan karakter permainan tim dengan berani memainkan bola dan mencoba mengimbangi permainan tuan rumah.
Pada fase awal pertandingan, Marcos Reina menilai timnya sempat memberikan perlawanan yang cukup baik.
