Kata Media AS Usai Saksikan Derby Milan: Serie A Berada di Dunianya Sendiri

Serie A
Ilustrasi logo Serie A Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Derby panas antara AC Milan dan Inter Milan pada pekan ke-28 Serie A masih menjadi bahan pembicaraan luas, tidak hanya di Italia tetapi juga di luar negeri.

Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk AC Milan lewat gol Estupinan menjelang akhir babak pertama itu bahkan mendapat sorotan khusus dari media Amerika Serikat.

Portal olahraga The Athletic, yang merupakan bagian dari jaringan The New York Times, menurunkan analisis mendalam mengenai laga tersebut.

Baca Juga:Atalanta vs Bayern Munchen: Palladino Sebut Laga Ini Seperti Kisah “David melawan Goliath”Alasan Mateo Pellegrino Bertahan di Parma Meski Jadi Incaran AC Milan dan Juventus

Artikel tersebut ditulis oleh jurnalis sepak bola terkenal, Michael Cox, yang dikenal sebagai pengamat taktik sepak bola Eropa.

Dalam tulisannya, Cox tidak hanya membahas pertandingan Milan vs Inter secara teknis, tetapi juga menyoroti karakter unik sepak bola Italia saat ini.

Bahkan, ia menyebut Serie A sebagai kompetisi yang berjalan dengan ritme berbeda dibandingkan liga-liga top Eropa lainnya.

Artikel tersebut diawali dengan refleksi menarik tentang olahraga di Inggris pada akhir pekan yang sama.

Di sana, publik Inggris sedang membicarakan kekalahan tim rugby nasional mereka dari Italia—hasil yang disebut hampir mustahil terjadi beberapa dekade lalu.

Namun Cox menegaskan bahwa situasi di sepak bola berbeda. Dalam dunia sepak bola modern, perkembangan permainan justru mengarah pada globalisasi dan keseragaman taktik.

“Tema utama sepak bola abad ke-21 adalah globalisasi dan keseragaman,” tulis Cox.

Baca Juga:Tak Ada Tawaran Resmi dari AC Milan, Juventus Tawari Vlahovic Gaji Lebih Rendah dari YildizHasil Derby della Madonnina: Inter Milan Tak Berdaya Tanpa Lautaro, Thuram dan Calhanoglu

Jika pada abad ke-20 setiap negara memiliki gaya bermain yang berbeda, perkembangan setelah putusan Bosman dan meningkatnya kompetisi antarklub Eropa membuat gaya permainan semakin mirip satu sama lain.

Teknologi analisis, pertukaran pemain lintas negara, hingga peningkatan frekuensi pertandingan internasional membuat taktik sepak bola di berbagai liga menjadi semakin seragam.

“Pada satu titik, hampir setiap klub besar di Eropa tampak ingin meniru gaya permainan Barcelona,” tulisnya.

Namun menurut Cox, Serie A justru menjadi pengecualian dalam tren tersebut.

Ketika membahas secara spesifik laga Milan kontra Inter, Cox menyebut pertandingan tersebut terasa sangat berbeda dibandingkan pertandingan di Premier League.

0 Komentar