Claudio Ranieri Pernah Menolak Bermain Melawan Inter Milan: “Saya Diperlakukan Seperti Boneka”

Claudio Ranieri
Claudio Ranieri Tangkapan layar Instagram@seriea
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Nama Claudio Ranieri dikenal luas sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di sepak bola Eropa.

Namun jauh sebelum meraih kesuksesan di pinggir lapangan, Ranieri juga pernah mengalami momen kontroversial ketika masih berstatus pemain profesional.

Salah satu kejadian paling diingat terjadi pada 10 Maret 1982, saat Catanzaro menghadapi Inter Milan di ajang Coppa Italia.

Baca Juga:Alasan Mateo Pellegrino Bertahan di Parma Meski Jadi Incaran AC Milan dan JuventusTak Ada Tawaran Resmi dari AC Milan, Juventus Tawari Vlahovic Gaji Lebih Rendah dari Yildiz

Pertandingan perempat final itu digelar di Stadion San Siro, kandang Inter, dengan atmosfer yang tentu saja sangat menekan bagi tim tamu.

Di bangku cadangan Catanzaro saat itu duduk pelatih Bruno Pace, sementara Ranieri berada di antara pemain yang menunggu kesempatan masuk ke lapangan.

Bek yang kemudian terkenal sebagai pelatih tersebut merupakan salah satu pemain penting Catanzaro pada masa itu.

Ranieri sendiri memperkuat klub asal Calabria tersebut sejak 1974 hingga 1982.

Selama periode itu ia mencatatkan 226 penampilan di berbagai kompetisi dan menyumbang enam gol, menjadikannya salah satu pemain yang cukup berpengaruh dalam sejarah klub.

Pada pertandingan tersebut, Catanzaro justru mampu memberikan kejutan di kandang Inter.

Pada menit ke-39, pemain bernama Borghi berhasil mencetak gol yang membawa tim tamu unggul 1-0.

Namun situasi berubah beberapa menit kemudian. Pada menit ke-43, bek Catanzaro Sabadini mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Baca Juga:Hasil Derby della Madonnina: Inter Milan Tak Berdaya Tanpa Lautaro, Thuram dan CalhanogluMassimo Mauro: Como Lebih Punya Peluang Lolos ke Liga Champions dibandingkan AS Roma dan Juventus

Dalam situasi itulah pelatih Bruno Pace memutuskan untuk meminta Ranieri bersiap masuk menggantikan Sabadini.

Namun keputusan yang terjadi setelahnya justru menjadi kontroversi besar karena Ranieri menolak masuk ke lapangan.

Penolakan tersebut membuat Catanzaro kehilangan kesempatan melakukan pergantian pemain yang ideal.

Di sisi lain, Inter Milan berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk membalikkan keadaan.

Tim tuan rumah akhirnya menang 2-1, sekaligus melaju ke fase berikutnya di Coppa Italia.

Setelah pertandingan, Ranieri akhirnya memberikan penjelasan mengenai sikapnya yang mengejutkan tersebut.

Ia mengakui bahwa keputusannya menolak bermain merupakan bentuk kekecewaan terhadap perlakuan yang ia rasakan di dalam tim.

“Saya akan melakukan hal yang sama lagi jika situasinya terulang,” kata Ranieri saat itu.

Ia merasa dalam beberapa waktu terakhir dirinya tidak diperlakukan dengan semestinya.

0 Komentar