Jumlah PPPK PW di Kabupaten Tasikmalaya saat ini berjumlah 4.555 orang. Dari jumlah itu, 1.700 di antaranya berasal dari kalangan guru dan tenaga kependidikan. Saat ini sudah mau Lebaran, tapi kejelasan tentang kesejahteraan belum juga mereka dapatkan.
Sekretaris Forum PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan Paruh Waktu Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Hermawan, mengakui para guru PPPK PW harus menyiasati situasi ekonomi keluarga mereka. Yaitu membangun usaha di luar tugas sebagai pengajar.
“Ada yang menjadi vendor, buka bengkel motor, bahkan ada juga yang menjual bibit kelapa seperti PPPK guru paruh waktu di Kecamatan Cipatujah,” ungkap Dadang.
Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu (Episode 2): Terbuka di Atas, Tertutup di Bawah!Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket Sembako
Ketidakpastian soal gaji ini setidaknya mempengaruhi semangat para guru. Tidak sedikit yang semangatnya sudah mulai melemah. Kendati demikian mereka tetap berusaha bertahan sambil menunggu keajaiban.
“Kalau sampai saat ini mendengar riak dari anggota PPPK guru paruh waktu yang dibawah itu, (semangat mereka) agak menurun, tetapi diusahakan masih semangat. Walaupun sebagian ada yang menurun, ada yang bertahan,” kata Dadang.
Menurut Dadang, Sebagian guru PPPK PW sudah mengabdi dalam waktu lama. Malah ada yang hampir pensiun sebentar lagi.
“Ada yang belasan sampai puluhan tahun (telah mengabdi), bahkan ada PPPK guru paruh waktu yang beberapa bulan lagi mau pensiun di Kecamatan Sukarame,” terang dia.
“Jadi ada 1.700-an tenaga guru dan teknis yang belum digaji, kami menunggu kepastian dari pemerintah,” sambungnya. (Diki Setiawan)
