TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dibalik pengabdian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Guru Paruh Waktu Kabupaten Tasikmalaya, terselip asa dan perjuangan yang mereka pertahankan.
Disamping mengabdi untuk negara dengan ikut mencerdaskan anak bangsa di sekolah, para pahlawan tanpa tanda jasa ini mempunyai pekerjaan sampingan untuk bertahan hidup. Sebab, selama tiga bulan ini mereka belum mendapatkan gaji, sebagian para guru paruh waktu bertahan hidup dengan mengandalkan usaha sampingan.
Seperti Dadang Ridwan, guru SD yang mempunyai usaha daur ulang sampah botol plastik dan ban mobil bekas menjadi kursi. Dadang mengaku usahanya tersebut bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Dua Gaya, Dua Pintu (Episode 2): Terbuka di Atas, Tertutup di Bawah!Tujuh Belas Tahun Mengetuk Pintu, Tahun Ini Mayasari Peduli Salurkan 12.943 Paket Sembako
“Iya lumayan sedikit bisa menutup kebutuhan keluarga,” ungkap Dadang, Minggu (8/3/2026).
Demikian juga Icep Ruwika Ashari Oramahi salah seorang guru SDN 1 Cigowak Desa Sukasenang Kecamatan Tanjungjaya yang mempunyai usaha sampingan bengkel motor dan tambal ban.
“Usaha sampingan bengkel dan menambal ban motor ini alhamdulillah bisa sedikit menutupi kebutuhan keluarga, apalagi gaji paruh waktu belum cair,” ungkap dia.
Selain itu ada Izar Khaerul Umam guru SD yang mempunyai usaha sampingan memasang atap pagar baja ringan.
Selanjutnya ada Pupu Maspupah guru SDN Sangkur di Kecamatan Parungponteng yang mempunyai usaha sampingan kuli keliling kampung jualan pakaian. Kemudian jualan sebring.
“Iya kuli panggul seminggu tiga kali, kalau jualan sebring sendiri tapi modal pinjam ke warung,” tuturnya.
Terakhir ada Yayu Nurazizah salah seorang guru di DN Cirangkong 1 Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya yang mempunyai usaha sampingan jualan kacang kupas ke warung-warung.
Baca Juga:Obrolan Dua Orang Penting Gerindra!Kapolres Hariwang!
“Iya lumayan lah ada penghasilan tambahan, sambil menunggu gaji cair dari pemerintah, disiasati dengan kerja sampingan,” ujarnya.
Beragam pekerjaan sampingan tersebut menjadi gambaran kondisi sebagian guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Tasikmalaya yang harus bekerja ekstra demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Sebab, kesejahteraan mereka terabaikan oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya, Forum Guru Honor dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) Kabupaten Tasikmalaya mengajukan audiensi kepada DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mereka ingin menyampaikan keluh kesah soal pembayaran gaji yang belum juga menemukan kejelasan. Namun usulan itu tidak langsung direspon lantaran dewan perlu membahasnya lebih dulu dalam rapat badan musyawarah.
