Sandro Sabatini: AC Milan Layak Menang, Tapi Inter Tetap Favorit Scudetto

AC Milan
Selebrasi pemain AC Milan usai menumbangkan Inter Milan di San Siro Foto: Tangkapan layar X@Lega Serie A
0 Komentar

Ia melihat Rossoneri bermain dengan determinasi yang lebih besar dibandingkan lawannya.

Selain itu, Milan juga dinilai lebih efektif dalam menciptakan peluang sekaligus lebih solid dalam meredam serangan Inter.

“Yang paling terasa dari pertandingan ini adalah kesan bahwa Milan memang layak menang. Mereka bermain lebih baik, lebih determinasi, menciptakan lebih banyak peluang, dan memberi lebih sedikit kesempatan kepada lawan,” paparnya.

Baca Juga:Drama di Derby della Madonnina: Gol Inter Dianulir, Kolarov Minta Tambahan Waktu 15 MenitSyarat Allegri Bertahan di AC Milan: Tidak Minta Naik Gaji, Ingin Peran Lebih Besar di Bursa Transfer

Sabatini juga menyoroti peran pelatih Massimiliano Allegri dalam kemenangan tersebut. Menurutnya, keputusan taktis Allegri sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.

Salah satu keputusan yang paling mencuri perhatian adalah pilihan menurunkan Pervis Estupinan sejak awal laga.

Keputusan itu cukup mengejutkan banyak pihak, tetapi justru menjadi kunci kemenangan Milan.

Estupinan bahkan menjadi pencetak gol tunggal dalam pertandingan tersebut. Sabatini menilai gol itu kemungkinan besar merupakan bagian dari rencana taktik yang sudah disiapkan Allegri sebelum pertandingan.

Strateginya adalah memanfaatkan pergerakan Estupinan di belakang bek Inter, Luis Enrique, untuk menciptakan celah di lini pertahanan Nerazzurri.

“Pilihan Allegri memainkan Estupinan menjadi tanda tangan taktisnya. Justru dari Estupinan lahir peluang yang kemungkinan sudah dirancang sebelum pertandingan, yakni memanfaatkan ruang di belakang Luis Enrique,” jelas Sabatini.

Setelah unggul, Milan sebenarnya masih memiliki beberapa peluang untuk menggandakan keunggulan.

Baca Juga:Intip Harga Tiket AS Roma vs Bologna di Liga Europa: Paling Murah Rp612.000Demi Datangkan Bastoni dan Ndicka, Barcelona Siap Lepas Rashford dan Lewandowski

Rafael Leao sempat mendapatkan dua kesempatan bagus, meski gagal memaksimalkannya. Sementara itu, Luka Modric juga memiliki peluang berbahaya di awal pertandingan.

Inter sendiri bukan tanpa peluang. Pada babak pertama, Henrikh Mkhitaryan mendapatkan kesempatan emas yang nyaris berbuah gol.

Peluang besar lainnya juga datang dari Federico Dimarco pada babak kedua.

Namun setelah itu, Inter dinilai kesulitan menembus pertahanan Milan.

Sepanjang babak kedua, Nerazzurri lebih banyak menguasai bola di sekitar area penalti Rossoneri tanpa benar-benar mampu memberikan ancaman serius kepada kiper Mike Maignan.

Sabatini pun menutup analisanya dengan sebuah pertanyaan menarik kepada para pembaca.

“Apakah ini berarti Inter masih unggul tujuh poin, atau justru Milan yang kini memangkas jarak menjadi tujuh poin? Silakan kalian yang menentukan jawabannya,” tutupnya.

0 Komentar