Ramadan di Kota Tasikmalaya Relatif Kondusif, Satlantas Turunkan 100 Personel Tiap Hari Tekan Balapan Liar

balapan liar saat Ramadan di Kota Tasikmalaya
Spanduk peringatan keras dari warga dilarang balapan di wilayah ini terpasang di Jalan Mashudi, Minggu (8/3/3026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Riki menegaskan disiplin berlalu lintas harus tetap menjadi budaya, bukan sekadar takut razia.

Ia mengimbau para remaja untuk mematuhi aturan saat berkendara, mulai dari menggunakan helm hingga tidak memodifikasi knalpot yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Yang paling utama saat berkendara roda dua harus menggunakan helm. Kemudian tidak merubah spesifikasi knalpot, yang tadinya standar jadi bising. Itu bisa menimbulkan kamtibmas yang tidak kondusif,” tegasnya.

Baca Juga:Musisi Soroti Minimnya Venue Konser di Kota Tasikmalaya, Panggung Hiburan Masih “Nebeng” TempatASN Tasikmalaya Menunggu Keputusan Wali Kotanya!

Riki berharap seluruh elemen masyarakat bisa terus berkolaborasi menjaga ketertiban lalu lintas di Kota Tasikmalaya.

Sebab, ketenangan kota bukan hanya tugas polisi, melainkan juga tanggung jawab bersama.

Dan di tengah Ramadan yang seharusnya menjadi bulan menahan diri, balapan liar atau knalpot bising tentu bukan cara paling bijak untuk mencari perhatian.

Kota ini sudah cukup gaduh oleh urusan sehari-hari—tak perlu ditambah suara mesin yang lebih ribut dari isi kepala pengendaranya. (rezza rizaldi)

0 Komentar