“Saya sudah beberapa kali memperjuangkan ini dari dulu ke pemerintah. Tapi ya belum ada rezekinya,” ujarnya.
Padahal menurut Atik, Tasikmalaya dikenal sebagai salah satu barometer konser musik di Indonesia. Banyak artis menjadikan respons penonton di kota ini sebagai ukuran popularitas.
“Katanya kalau artis sudah ramai dan sukses konser di Tasikmalaya, biasanya bisa ramai juga di Indonesia,” katanya.
Baca Juga:ASN Tasikmalaya Menunggu Keputusan Wali Kotanya!SIMLIM
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, menjelaskan bahwa pihaknya tidak secara langsung mengeluarkan rekomendasi kegiatan event.
Menurutnya, rekomendasi teknis biasanya berasal dari instansi lain seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Yang mengeluarkan rekomendasi itu dari pemerintah biasanya Dishub dan Damkar,” ujar Deddy saat dimintai tanggapan terkait polemik event hiburan di Kota Tasikmalaya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, Disporabudpar lebih berperan mencatat kegiatan ke dalam kalender event daerah.
“Kalau dari kami lebih ke kalender event saja. Kalau tempat di Dadaha tentu koordinasi dengan kami. Tapi kalau acara di Lanud, di Inihiang, atau di Cilembang biasanya izin di kelurahan dan kecamatan setempat,” jelasnya.
Deddy juga mengakui koordinasi antara pemerintah dan penyelenggara event belum sepenuhnya berjalan mulus. Bahkan dalam beberapa kasus, koordinasi harus melibatkan pemerintah kabupaten karena lokasi kegiatan berada di aset mereka.
“Sekarang juga koordinasi dengan kabupaten, karena ada lokasi yang rekomendasinya dari kabupaten,” katanya.
Baca Juga:Jalur Selatan Tasikmalaya Jadi Fokus Pengamanan Mudik LebaranKisah Riswan, Kuli Pasir yang Menggetarkan Hati Kapolres Andi: Diajak Jalan-jalan hingga Bukber
Selain itu, regulasi terbaru berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait penyelenggaraan kegiatan juga belum sepenuhnya tersosialisasi kepada para pelaku industri event.
“Perwal itu sebenarnya belum tersosialisasi penuh. Kemarin juga kami sempat memanggil beberapa pihak untuk membahas ini supaya ada kejelasan,” ujarnya.
Menurut Deddy, Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah memikirkan langkah jangka panjang dengan menyiapkan kawasan khusus kegiatan publik agar event tidak lagi tersebar tanpa konsep.
“Intinya Pemkot ingin ke depan menyiapkan kawasan khusus untuk kegiatan, tempat yang memang disiapkan untuk event,” katanya.
