Media Italia Sebut Handball Ricci Tak Layak Dijatuhi Hukuman Penalti, Chivu: Saya Tak Punya Komentar

Cristian Chivu
Cristian Chivu Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

Dengan kata lain, sejumlah kriteria utama untuk menentukan pelanggaran handball tidak terpenuhi.

Karena itulah tim VAR memutuskan tidak melakukan intervensi terhadap keputusan wasit di lapangan.

Menurut laporan yang sama, keputusan ini juga diperkirakan akan mendapat dukungan dari Asosiasi Wasit Italia (AIA).

Baca Juga:Pervis Estupinan: Senjata Rahasia Allegri Kalahkan Inter MilanSergio Ramos Tonton Derby Milan, Modric: Kalau Kapten Datang, Kami Harus Menang

Dalam program analisis resmi Open VAR yang biasa meninjau keputusan kontroversial setiap pekan, badan wasit tersebut diprediksi akan membenarkan keputusan yang diambil oleh Doveri dan tim VAR.

Pandangan serupa juga disampaikan mantan wasit Serie A, Luca Marelli, yang kini menjadi analis wasit untuk DAZN.

Marelli menilai insiden tersebut tidak dapat dianggap sebagai pelanggaran handball karena gerakan lengan Ricci justru menunjukkan upaya untuk menutup ruang dan menarik tangannya ke arah tubuh.

“Pelanggaran handball itu tidak dapat dihukum karena gerakan lengan dimaksudkan untuk menutup bola dan bukan untuk menciptakan halangan,” ujar Marelli dalam analisanya di DAZN.

Menurutnya, dinamika kejadian menunjukkan Ricci tidak memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi terhadap arah bola yang dimainkan oleh Dumfries.

Karena itu, tidak ada indikasi bahwa gelandang Milan tersebut sengaja mencoba menghalangi bola dengan gerakan yang tidak wajar.

Sementara itu, pelatih Inter Milan Cristian Chivu memilih untuk tidak memperpanjang polemik terkait insiden tersebut.

Baca Juga:Bergomi: Handball Samuele Ricci Harusnya PenaltiSandro Sabatini: AC Milan Layak Menang, Tapi Inter Tetap Favorit Scudetto

Dalam wawancaranya setelah pertandingan dengan DAZN, pelatih asal Rumania itu menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan komentar tentang keputusan wasit.

“Bagi saya, VAR dan AVAR sudah memeriksa situasinya. Saya tidak punya komentar,” kata Chivu singkat.

Ia lebih memilih fokus pada performa timnya di lapangan serta evaluasi terhadap keputusan taktis yang ia ambil selama pertandingan.

“Saya memikirkan penampilan tim, keputusan saya, dan kesalahan saya sendiri,” lanjutnya.

Chivu juga mengingatkan bahwa musim masih jauh dari selesai. Dengan sepuluh pertandingan tersisa, masih ada 30 poin yang bisa diperebutkan oleh setiap tim.

“Masih ada 30 poin yang bisa diraih. Kita harus terus melangkah maju,” ujarnya.

Ketika ditanya soal perubahan formasi yang ia lakukan dalam pertandingan tersebut, Chivu menilai derby bukanlah momen yang tepat untuk menarik kesimpulan besar mengenai kekuatan timnya.

0 Komentar